BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus sudah memperbolehkan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Hal tersebut seperti yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 420/3010/09.02/2021 terkait pelaksanaan PTM.
Keputusan tersebut berdasar atas Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Kemudian, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, level 3, dan level 2 di wilayah Jawa-Bali.
Baca juga : Ganjar Larang TK dan SD Lakukan PTM 100 Persen
Dalam SE yang diterbitkan Disdikpora Kudus, dijelaskan bahwa lama belajar paling banyak 6 jam mata pelajaran setiap harinya. Dengan rincian, setiap mata pelajaran PAUD 30 menit, SD 35 menit dan SMP 40 menit.
“Pembelajaran tatap muka terbatas di dalam kelas dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” begitu sebagian isi dalam SE Disdikpora yang ditandatangani oleh Kepala Disdikpora, Harjuno Widodo.
Artinya, siswa harus tetap memakai masker, menjaga jarak, dan tidak saling meminjamkan peralatan sekolah. Kemudian tidak berbagi makanan dan minuman, serta tidak makan dan minum bersama secara berdekatan dan berhadapan. Kemudian, menerapkan etika batuk dan bersin, serta sering mencuci tangan.
Di samping itu, Disdikpora juga mewajibkan agar tenaga pendidik yang mengajar secara tatap muka telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Sedangkan yang belum disuntik vaksin karena ditunda, melakukan pembelajaran dengan jarak jauh.
Salah satu sekolah di Kudus yang mulai melakukan kegiatan PTM 100 persen adalah SMPN 1 Kudus.
“Semua siswa mulai masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 11.30 WIB. Tidak ada shift seperti saat PTM terbatas,” ujar Kepala SMPN 1 Kudus Ahadi Setiawan.
Setiap harinya, menurutnya ada 6 mata pelajaran yang diajarkan. Di mana setiap pelajaran dilakukan selama 35 menit, dengan waktu istirahat dua kali, selama 20 menit.
“SMP 1 Kudus sudah seratus persen masuk per hari ini. Protokol kesehatan tetap kita lakukan. Saat di dalam kelas, siswa dan guru wajib memakai masker,” katanya.
Baca juga : Hartopo Minta Guru Mampu Bangun Semangat Siswa Belajar Ketika PTM
Di samping itu, lanjut Ahadi, setiap siswa yang berangkat diwajibkan membawa hand sanitizer, meskipun tempat cuci tangan telah disediakan di depan setiap kelas.
“Anak-anak kita tekankan untuk selalu membawa hand sanitizer. Agar mereka ada rasa tanggungjawab untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan,” tegasnya.
Editor : Kholistiono

