Solo Akan jadi Tuan Rumah Indonesia BMX Fest, Gibran: ‘Fasilitas BMX Akan Ditambah’

BETANEWS.ID, SOLO – Kota Solo jadi tuan rumah Indonesia BMX Fest yang akan diselenggarakan pada 5-6 Maret 2022 mendatang. Ajang Komunitas BMX terbesar di Indonesia ini akan diikuti peserta dari seluruh provinsi dan juga mancanegara.

Ketua Indonesia BMX Fest, Gandi Rosyandri mengatakan, peserta dari luar negeri yang sudah konfirmasi kehadiran berasal dari komunitas BMX Malaysia, Singapura, dan Australia. Untuk memeriahkan acara, artis-artis ibu kota juga akan ikut serta dalam acara tersebut.

“Kalau 2020 lalu, itu cuma kontes aja di Hartono Mall. Yang besok itu (Indonesia BMX Fest) kompetitornya lebih besar dan ada banyak tipe sepeda BMX,” kata Gandi, usai menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Kamis (2/12/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Festival Bocah Dolanan jadi Ajang Kenalkan Permainan Tradisional pada Anak-Anak

“Nanti  kurang lebih bisa mendatangkan lima ribuan pengunjung. Kalau peserta mungkin ya 500 untuk sepedanya. Yang untuk kontes drag race 200 peserta, yang free style paling juga 100 peserta,” kata dia.

Lebih lanjut, dengan adanya Indonesia BMX Fest ini dapat memunculkan bakat-bakat baru di cabang BMX. Terlebih dengan berbagai dukungan yang akan Pemerintah Kota Solo.

“Tadi juga ngobrol lebih lanjut sama Mas Wali (Gibran) mau ada pembibitan lagi di situ. Setelah ada event ini lebih terprogres, ada BMX schoolnya nanti yang mengarah untuk pembibitan atlet lagi,” lanjut Gandi.

Untuk mendukung atlet BMX ini, Gibran akan mengembangkan fasilitas di BMX Park yang ada di SMA N 6 Solo. Menurutnya, tempat tersebut dapat digunakan oleh komunitas BMX berlatih sebelum mengikuti Indonesia BMX Fest.

Baca juga: Rock in Solo 2021 Bakal Kolaborasikan Gamelan Jawa dengan Musik Cadas

“Biar untuk teman-teman latihan. Kalau eventnya di Pura Mangkunegaran, ini biar diurus teman-teman,” kata Gibran.

Menurut Gibran, salah satu cabang olah raga sepeda tersebut di Solo sudah cukup lengkap. Ia menyebutkan beberapa di antaranya adalah free style, race, serta push back.

“Ada kolektor-kolektor juga, barangnya ratusan juga semua ternyata. Kolektor item sejak 80-an,” tandas Gibran.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER