BETANEWS.ID, SOLO – Festival Bocah Dolanan 2021 jadi ajang yang bagus untuk mengenalkan permainan tradisional pada anak-anak. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Solo ini diikuti 10 sanggar yang akan menampilkan berbagai permainan zaman dulu.
Tak hanya anak-anak, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang hadir dalam acara yang diselenggarakan di Rumah Kebudayaan Ndalem Djojokoesoeman itu juga ikut memainkan dolanan tradisional. Bersama dengan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Solo, Agus Santoso, serta Kepala Bidang Kesenian Sejarah Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Solo, Suhanto, dirinya memainkan Otok-Otok (Puteran).
Gibran berharap, acara Festival Bocah Dolanan dapat terus berlangsung. Karena menurutnya, kegiatan semacam ini adalah sarana untuk mengenalkan budaya kepada anak-anak zaman sekarang.
Baca juga: Permainan Tradisional Disebut Bisa Hindarkan Siswa dari Paham Radikal
“Yang seperti ini jangan sampai tersingkirkan. Yang seperti ini harus dilestarikan. Ini salah satu cara untuk mengenalkan budaya ke anak-anak dengan cara yang paling simpel, yaitu bermain,” tuturnya.
Senada dengan Gibran, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Solo Agus Santoso juga menyampaikan hal sama. Permainan tradisional atau dolanan merupakan salah satu saranan untuk proses pendidikan, karena bisa jadi media belajar.
“Kita belajar kan tidak harus di sekolah, tapi media ini jadi media belajar. Pembelajaran pendidikan karakter kita saling menghargai, kita saling beker jasama, mana yang baik dan jelek. Jadi wahana berkomunikasi juga,” papar Agus.
Menurut Agus, dolanan harus dikenalkan kepada anak-anak zaman sekarang. Meski anak-anak sekarang tergolong generasi anak-anak milenial, namun harus diajarkan agar tidak selalu bermain gawai.
Baca juga: Dolanan Tradisional Meriahkan Tradisi Megengan di Pagerharjo Pati
“Ini pendidikan karakter agar generasi bangsa menjadi generasi yang baik,” tambahnya.
Ditanya apakah kegiatan tersebut aka rutin dilaksanakam, Agus mengatakan akan mempertimbangkannya lagi. Terlebih, permainan tradisional juga merupakan kebudayaan yang sudah turun temurun yang mengajarkan nilai-nilai luhur bagi anak-anak.
Editor: Ahmad Muhlisin

