31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaWisataResmi jadi Desa...

Resmi jadi Desa Wisata, Desa Japan Unggulkan Kuliner Jadul untuk Tarik Wisatawan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di depan Balai Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, terlihat banyak stand berjajar rapi yang menyuguhkan aneka makanan jadul, seperti rondo royal, getuk goreng, dawet, dan masih banyak lagi. Hari itu, merupakan acara peresmian Desa Wisata Japan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  (Disbudpar) Kudus.

Plt Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah menyampaikan, konsep yang ditawarkan Desa Japan untuk menarik wisatawan adalah mengunggulkan makanan jadul yang kini sudah jarang ditemui.

Kuliner jadul di Desa Japan yang akan menjadi daya tarik wisatawan. Foto: Kartika Wulandari.

“Desa Japan ini akan menjadi desa wisata yang mengunggulkan destinasi kuliner makanan jadul dengan menyuguhkan pemandangan Pegunangan Muria,” ujarnya, Sabtu (18/12/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Desa Gondosari Dikukuhkan jadi Desa Wisata Berkat Seni Budaya dan Sampah

Selain makanan jadul, lanjut Mutrikah, setelah diresmikan sebagai desa wisata, Desa Japan akan lebih giat membranding Kopi Muria.

“Karena kami ingin membranding Kopi Muria, kami juga mendukung semua pelaku kopi di Desa Japan, baik petani ataupun yang menjualnya secara kemasan. Kita bimbing semua, total sekarang ada 20 merek yang sudah kita bimbing ,” ujarnya.

“Selain itu, kami juga akan membuat kafe kopi yang memanfaatkan pemandangan alam Desa Japan. Saat ini masih proses,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Japan Sigit Tri Harso menambahkan, kegiatan peresmian Desa Wisata  kali ini dirayakan dengan menggelar Japanku Fes (Japan Kuliner Festival) yang menyediakan 1.000 gelas kopi gratis Japan dan jajanan tempo dulu.

Baca juga: Desa Wisata Janggalan Dilaunching, Disebut Jerusalem van Java dari Kudus

“Selain memberikan 1.000 gelas kopi gratis dan bazar makanan jadul, kami juga ada pameran lukisan kaligrafi, produk UMKM Desa Japan, dan batik Desa Japan,” ujarnya.

Kemudian untuk ke depannya, lanjut Sigit, kegiatan festival ini akan dilakukan rutin setiap bulannya sebagai bentuk pengenalan Desa Japan kepada wisatawan.

“Setelah ini, kami akan rutin menggelar kegiatan festival makan jadul seperti ini, agar masyarakat selalu semangat dan agar Desa Japan semakin di kenal karena wisata kulinernya,” tandas Sigit.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler