BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menjamin buruh rokok yang tahun ini belum menerima bantuan langsung tunai (BLT), akan mendapatkannya tahun depan.
Kabid Perekonomian Setda Kudus Dwi Agung Hartono mengatakan, tahun ini ada 60.129 buruh yang menerima bantuan dari Dana Bagi hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Rinciannya, 38.186 orang dari Pemkab Kudus, dan 21.943 orang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Agung tak memungkiri ada yang terlewatkan dalam pembagian BLT pertama ini, karena data yang simpang siur. Masalah tersebut mulai dari adanya nama dobel, NIK tidak sesuai alamat, hingga ada pula yang resign.
Baca juga: Kabar Gembira! BLT Buruh Rokok Sebesar Rp600 Ribu Akan Cair Pertengahan Desember
“Tahun pertama ada yang meleset, iya. Ada sekitar 200an orang, karena resign, meninggal, dan ada juga yang pindah ke luar kota,” katanya, Jumat (24/12/2021).
Kendati demikian, pihaknya memastikan masalah ini akan diperbaiki. Perusahaan pun telah dikumpulkan pada hari Rabu (22/12/2021) lalu. Acara itu untuk mengevaluasi pembagian BLT 2021 dan rencana penyusunan data penerima BLT 2022.
“Jangan khawatir, yang tidak dapat tahun ini, akan diusulkan mendapatkan BLT tahun 2022. Itu menjadi hak mereka demi keadilan,” ungkapnya.
Agar kesalahan di tahun pertama tidak terulang, dalam pendataan penerima BLT 2022 akan diperbaiki sesuai KTP buruh. Itu meliputi alamat, tanggal lahir, dan data lain sesuai KTP.
Perusahaan pun telah diminta untuk mendata para buruhnya yang terlewat dalam pembagian BLT tahun ini. Batas pengumpulan datanya yaitu akhir Januari 2022. Data itu nantinya akan diverifikasi oleh Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disnaker perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus.
Baca juga: Penyaluran BLT Buruh Rokok di Kudus Terus Dikebut
“Kalau perusahaan bisa selesai memverifikasi di akhir Januari, nanti sebelum bulan puasa, BLT sudah diberikan. Khawatirnya kalau sudah bulan puasa, harga pokok nanti akan semakin dinaikkan semua,” ucapnya.
Menurut Agung, adanya BLT ini membuat perekonomian di Kabupaten Kudus naik drastis. Daya beli masyarakat semakin banyak, sehingga harga barang-barang di pasar juga cenderung naik. Pihaknya pun memperkirakan, inflasi Kabupaten Kudus di bulan Desember ini diperkirakan naik.
“Ini berarti daya beli masyarakat Kudus naik. Memang, telur harganya naik, bawang juga harganya merangkak naik. Tapi nanti juga pasti stabil lagi,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

