31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Mahasiswa dari 9 Perguruan Tinggi Luar Jawa Belajar Batik di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – 12 mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi mengikuti pelatihan membatik di Muria Batik Kudus. Mereka merupakan peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka dalam program Modul Nusantara oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Beberapa perguruan tinggi asal mereka yaitu, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Universitas Katolik Widya Mandiri Kupang, STKIP PGRI Banjarmasin, Universitas Cokroaminoto Palopo, dan Universitas Pendidikan Ganesha Bali.

Dosen Pembimbing Program Modul Nusantara dari Universitas Muria Kudus (UMK), Syafiul Muzid menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti pertukaran pelajar di UMK ini mendapat kesempatan belajar selama empat bulan. Pembelajaran itu dilakukan secara daring selama dua bulan dan luring dua bulan. Materi yang didapatkan adalah Gusjigang, yang menjadi ikon Kudus.

-Advertisement-

Baca juga: Muria Batik dan Unnes Kerja Sama Ciptakan Pembatik Muda yang Handal

“Pembelajaran ini total ada 25 SKS, dan sekarang sudah pertemuan ke-18. Sebelumnya mereka sudah belajar tentang gus dan ji, sehingga sekarang kami mengajarkan tentang ‘gang’ yang berati berdagang dengan pelatihan batik,” ucapnya, Jumat (24/12/2021).

Salah satu mahasiswa dari Universitas Udayana Bali, I Wayan Mutia Dewi, mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar membatik di Muria Batik Kudus.

“Kita semua sangat senang, karena ini pengalaman pertama kita dalam hal membatik. Di sini kita belajar mulai dari teknik batik tulis hingga pewarnaan,” ujarnya.

“Untuk tema yang kita buat, kita membatik dengan gambar berbagai tempat ibadah yang ada di Indonesia sebagai simbol toleransi dan kebhinekaan,” tambahnya.

Baca juga: Mahasiswa 9 Perguruan Tinggi dari Luar Jawa Belajar Gusjigang di Mubarokfood

Sementara itu, pemilik Muria Batik Kudus Yuli Astuti, mengatakan, pelatihan membatik kali ini bekerja sama dengan UMK. Pelatihan ini dirasa sangat menarik karena kedatangan mahasiswa dari berbagai daerah. Selain mengajarkan cara membatik yang baik, Yuli juga mengenalkan budaya lokal Kudus dengan sentuhan toleransi beragama.

“Hari ini masing-masing mahasiswa membuat motif garuda sebagai lambang kebhinekaan, Menara Kudus, dan 5 tempat ibadah mewakili agama yang ada di Indonesia,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER