Cerita Mahasiswi ‘Nyambi’ Rintis Usaha Camilan Karena Tak Ingin Repotkan Orang Tua

BETANEWS.ID, KUDUS – Ria Anjelifa (22), yang merupakan onwer jajanan dengan brand Snackri, siang itu terlihat sibuk mengemas jajanan yang akan dipasarkan. Tampak beberapa produk dari Snackri, siap ditimbang menggunakan timbangan digital.

Perempuan muda yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) tersebut, tampak cekatan melakukan pengemasan produk-produk jajanan yang dibuatnya sendiri.

Ria sedang mengemas jajanan yang akan dijualnya. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga : Kisah Owner Ayam Geprek Sadis Abis, dari Hujan-hujanan Antar Pesanan Hingga Punya Ruko

-Advertisement-

Ria pun berkisah bagaimana awalnya ia merintis usaha camilan tersebut. Faktor pendidikan tak lepas dari lahirnya usaha Snackri yang kini makin digemari oleh konsumen.

“Saya tidak ingin merepotkan kedua orang tua, khususnya dalam soal biaya kuliah saya. Jadi saya coba mencari peluang bisnis yang bisa saya lakukan untuk membiayai kuliah dan kebutuhan pokok saya sendiri,” kata Ria warga Desa Jati Wetan RT 6 RW 3, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.

Ketika memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, sebenarnya ia sudah bekerja di salah satu perusahaan yang ada di Kabupaten Demak. Meski begitu, ia harus memutar otak, agar kebutuhan untuk biaya pendidikan bisa tercukupi.

“Jadi setelah saya lulus dari SMA, kemudian saya melamar kerja di beberapa perusahaan. Namun tak satupun yang diterima. Kemudian saya melamar di perusahaan mainan yang ada di Kecamatan Karanganyar, Demak. Di sana saya diterima dan tidak lama saya keluar karena ada suatu permasalahan,” bebernya kepada betanews.id, Jumat (3/12/2021).

Kemudian setelah keluar, kata Ria, ia melamar kerja di perusahaan bidang analis di Demak hingga saat ini. Menurutnya, ia mendapatkan pengalaman yang banyak hingga disarankan oleh seniornya untuk melanjutkan pendidikan. Sehingga ia tergugah untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

“Nah pada saat itu setelah berjalan antara bekerja dan mengenyam pendidikan, di tengah perjalanan kekurangan biaya kuliah,” ungkapnya.

Waktu itu, ia kemudian nyambi untuk jualan furniture yang diambil dari perajin di Jepara dan ia finising sendiri untuk dijual ke konsumen. Menurutnya, usaha tersebut hanya bertahan sebentar saja, lantaran peminatnya tidak banyak.

Baca juga : Kisah Denny, Pelatih Marching Band yang Kini Tekuni Bisnis Souvenir Pernikahan

“Akhirnya aku coba-coba buat snack dan aku jual, ternyata banyak banget peminatnya. Akhirnya ya aku jualan snack yang kunamakan Snackri ini. Dan Alhamdulillah prospek penjualannya bagus,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini penjualan yang sudah berjalan semakin meningkat. Bahkan dalam sebulan ia bisa menjual produknya itu hingga 500 pcs. Ia pun menargetkan, jika ke depannya ia kan menambahkan produk jenis lain. Sehingga para pelanggan bisa memilih sesuai dengan keinginan.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER