BETANEWS.ID, SOLO – Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyebut, sebanyak 750 personel gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri akan diterjunkan untuk pengamanan saat perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kapolresta menjelaskan, pihaknya juga telah menyusun settingan para petugas yang akan mengamankan gereja-gereja saat perayaan ibadah Natal.
Baca juga : Cegah Lonjakan Kasus Covid saat Nataru, Polresta Solo Bakal Kawal Penerapan PPKM Level 3
“Semua personel pengamanan kita lengkapi dengan senjata api untuk memberikan jaminan keamanan kepada saudara-saudara kita umat Nasrani yang akan melaksanakan ibadah Natal dan Tahun Baru di Kota Solo,” terangnya.
Kombes Pol Ade mengatakan, pihaknya akan memastika perayaan Natal tahun ini berjalan aman, tertib dan juga sehat, mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19. Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah bentuk representasi negara, bahwa TNI dan Polri hadir untuk memberikan jaminan keamanan dalam pelaksanaan Natal di kota Solo.
“Kita sampaikan, bahwa pada satu hari sebelum Natal yakni tanggal 24 atau 23 sebelum Misa Natal, kita akan melakukan sterilisasi atau clearence sebelum Misa dilakukan,” terangnya.
Lebih lanjut, Kombes Pol Ade menjelaskan, bahwa pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru tahun ini merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 tahun 2021 dan juga Surat Edaran Menteri Agama. Ia menjelaskan, bahwa setiap gereja harus membentuk Satuan Petugas Protokol Kesehatan (Satgas Prokes) yang bertugas mengawal serta menegakkan protokol kesehatan selama ibadah berlangsung.
“Nanti koordinasi dengan Satgas Covid-19 dari kecamatan atau dari Kota Surakarta.Terkait prokes-prokes lainnya, adanya pengukuran suhu tubuh, mengatur arus traffic keluar masuk pintu gereja, dan yang tidak satu alur supaya menghindari kerumunan,” ungkapnya.
Baca juga : Satpol PP Solo Akan Intensifkan Patroli Saat Libur Nataru
Selain itu, pembagian shift dalam melaksanakan Misa yang berkaitan dengan pembatasan jumlah jemaat, pihak gereja juga harus menyediakan masker cadangan bagi jemaat yang mungkin membutuhkan masker ganti. Ia juga menegaskan, bahwa jemaat harus menjaga jarak paling tidak satu meter saat berada di dalam gereja.
“Termasuk tadi kami sampaikan bahwa tidak ada jamuan makan bersama pasca ibadah dilakukan dan kita berharap semua perayaan silakan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga tercinta,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

