31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Terus Menurun, Kasus Stunting di Solo Tinggal 200an Balita

BETANEWS.ID, SOLO – Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih menyebut kasus stunting terus menurun. November ini, tinggal 200 balita atau 1,59 persen yang mengalami penyakit dengan nama lain perawakan pendek itu. Mereka tersebar di seluruh 54 kelurahan Kota Solo.

“Kita harus waspada. Saya kira di Solo itu kan wilayahnya kecil, tapi spesifiknya di daerah Semanggi, Sangkrah kan logis kan lingkungannya. Makannya stunting itu bukan hanya masalah makan tapi lingkungan,” tutur Siti, Kamis, (11/10/2021).

Menurut Siti, stunting tidak hanya masalah kesehatan saja, tapi lebih besar dari itu yaitu kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, perlu banyak dana untuk memberantas stunting.

-Advertisement-

Baca juga: Angka Stunting di Kudus Capai 4,7 Persen, Hartopo: ‘Kami Terus Berupaya Turunkan Angka Stunting’

Dari sisi kesehatan, lanjut Siti, memang sudah menjadi resiko anak untuk mengalami stunting. Namun yang lebih penting lagi adalah mencari cara agar anak tersebut tidak terkena stuntig. Untuk itu, penanggulangan tersebut perlu adanya sinergi antara dinas-dinas yang lain.

“Makanya kenapa perlu rembug bagaimana stunting itu masalah kita bersama. Dinas Sosial sangat besar pengaruhnya, juga dinas UMKM,” tambah Siti.

Menurut Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, untuk menanggulangi stunting tidak perlu mengadakan lembaga baru. Meski PKK tidak mempunyai tugas spesifik menangani stunting, para anggota lebih mengetahui seluruh gerakan masyarakat.

Baca juga: Forum Anak Usul ke Ganjar Agar Pemerintah Perhatikan Masalah Stunting

“Maka kita tidak perlu membentuk lembaga lembaga baru. Justru kita tinggal memberikan beberapa hal tentang pencegahan stunting pada ibu penggerak PKK di RT dan RW sudah cukup sebenarnya,” ucap Teguh.

Teguh yakin jika ada dorongan pemerintah kelurahan dan juga kecamatan, maka akan bisa terlaksana. Ia berharap dengan menggerakkan PKK, maka dapat menurunkan angka hingga beberapa persen di bawahnya.

“Saya berharap tahun depan kasus stunting khususnya di Kota Solo jauh lebih membaik,” tandas Teguh.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER