31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Tanggapi Penutupan Karaoke di Kudus, GP Ansor: ‘Tutup Permanen, Jangan Sekedar Seremoni’

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kudus Dasa Susila mengapresiasi penutupan 17 tempat karaoke di Kota Kretek oleh Bupati Kudus Hartopo. Namun, ia meminta penutupan itu bersifat permanen, tidak sekedar seremonial saja.

“Ya semoga penutupan itu tidak seremonial semata. Tapi tempat karaoke itu ditutup permanen. Alasannya jelas kok, keberadaan tempat karaoke melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 10 tahun 2015,” ujar pria yang akrab disapa Dasa itu, Selasa (9/11/2021).

Dasa pun meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan jajarannya lebih tegas menertibkan tempat karaoke yang membandel. Sebab selama ini Pemkab beberapa kali kecolongan adanya tempat karaoke yang nekat buka meski sudah ada Perda yang melarangnya.

-Advertisement-

Baca juga: Bupati Turun Langsung Segel Tempat Karaoke di Kudus, Perintahkan Aliran Listrik Diputus

“Sejak perda nomor 10 tahun 2015 disahkan kami konsisten mengawal tentang penerapan Perda tersebut di lapangan. Sampai hari ini konsistensi kami tetap sama,” tegas Dasa.

Menurutnya, di masa pandemi petugas begitu garang terhadap warganya yang berjualan, tapi lemah terhadap tempat karaoke yang membandel. Padahal jelas keberadaan tempat karaoke tersebut melanggar Perda nomor 10 tahun 2015 yang mengatur tentang usaha hiburan, diskotik, kelab malam, pub dan hiburan karaoke. Selain itu tempat-tempat karaoke tersebut juga menyalahi prosedur terkait pendirian bangunan.

“Ini sungguh ironi, di masa pandemi warung-warung warga dan pedagang kaki lima (PKL) dibatasi jam beroperasinya, bahkan ada yang dibubarkan. Di sisi lain malah ada tempat karaoke yang keberadaannya dilarang oleh Perda kok bisa beroperasi, kan aneh,” keluhnya.

Baca juga: Soal Penyegelan Tempat Karaoke, Bupati Kudus : ‘Kalau Dibiarkan Ini Makin Berkembang’

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Kudus bisa menerapkan Perda nomor 15 tahun 2015 itu setegak-tegaknya. Jangan sampai kecolongan lagi, sehingga tidak ada tempat karaoke yang beroperasi lagi di Kudus. Jika ada yang membandel harus diberi sanksi, dan jangan tebang pilih.

“Penutupan permanen tempat karaoke di Kudus itu harga mutlak tidak bisa dinego lagi. Jika ada yang membandel harus diberi sanksi sesuai mekanisme yang ada,” tandas Dasa.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER