BETANEWS.ID, KUDUS – Di sepanjang sungai Jaranan yang berada di Jalan Alternatif Kudus-Jepara, Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, terlihat sampah yang menumpuk. Sampah tersebut terdiri batang bambu dan sampah rumah tangga yang menumpuk di jembatan sekitar 10 meter.
Padahal, tepat di pondasi jembatan, terdapat poster larangan membuang sampah di sungai. Bahkan ada tulisan jika membuang sampah sembarangan akan mendapatkan sanksi. Namun nyatanya, masih saja banyak sampah yang menumpuk.
Kepala Desa Prambatan Lor, Teguh Budi Handoyo menerangkan, tumpukan sampah itu terjadi setiap awal musim penghujan. Kondisi ini juga dipengaruhi kondisi sungai yang dangkal dan jembatan yang harus diperbaiki.
Baca juga: Sungai di Desa Kesambi Kudus Dipenuhi Sampah Bambu
“Penumpukan sampah ini sering terjadi setiap memasuki musim hujan. Sungai tersebut sudah saya minta dibersihkan kayak Kali Gelis,” jelas Teguh, Senin (15/11/2021).
Teguh menjelaskan, sampah tersebut adalah sampah kiriman dari wilayah Utara yang mengalir ke Sungai Jeratun Seluna dan menyebabkan sampah menjadi tersumbat.
“Sampah yang menumpuk itu sampah kiriman, Jadi kalau sungai banjir arahnya dari utara dan lari ke sana. Karena di situ stok sampahnya,” ujar dia.
Lalu untuk perbaikan jembatan, Pemdes sudah mengusulkan, tapi direncanakan baru bisa terealisasi tahun depan.
“Kita sudah mencoba berupaya untuk pembangunan jembatan, sudah ketemu dengan semua kepala desa dan Pak Bupati dan ada juga LH (Dinas Lingkungan Hidup). Dan rencananya baru bisa direnov tahun 2022,” sambungnya.
Kemudian mengenai poster yang di tempelkan di dekat jembatan, Teguh mengaku mengetahui warga membuang sampah di tempat tersebut. Warga yang membuang sampah sembarangan pun sudah diberi teguran dengan cara dipanggil ke Kantor Desa Prambatan.
Baca juga: Gundulnya Pegunungan Kendeng Disebut Jadi Penyebab Banjir di Kudus
“Kita sudah mencoba untuk saling merawat, sudah pasang larangan membuang sampah juga, tapi masih ada yang buang sampah sembarangan. Dulu pernah ada warga yang buang sampah sembarangan, ketahuan saya dan saya beri sanksi penyuluhan dulu,” ucapnya.
Terpisah, Salah satu warga Indris mengatakan, tumpukan sampah tersebut sudah menumpuk selama seminggu. Menurut Indris, sampah tersebut merupakan sampah bambu yang berasal dari kiriman wilayah Gunung Muria. Tetapi tidak bisa dipungkiri, memang ada warga yang masih membuang sampah sembarang di sungai tersebut.
“Sejak hujan deras, seminggu yang lalu. Tepi-tepi pasti ada, kan pada ambil bambu pada ikut. Dari permukiman warga jurusan Desa Besito Kecamatan Gebog,” tandas Indris.
Editor: Ahmad Muhlisin

