31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaSOLOSolo Jadi Pilot...

Solo Jadi Pilot Project Wellness City di Indonesia

BETANEWS.ID, SOLO – Kota Solo didapuk menjadi salah satu kota percontohan atau pilot project Wellness City dan Wellness Tourism atau Kota Kebugaran dan Wisata Kebugaran di Indonesia. Selain Solo daerah lain yang juga menjadi percontohn adalah Yogyakarta dan Bali.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI berkomitmen memaksimalkan wellnes tourism dalam negeri, menyusul besarnya potensi pasar dari sektor tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekomomi Kreatif Angela Tanoesodibjo saat menghadiri acara pembukaan Aroma Wellness Festival di Ndalem Doyoatmojo, Jumat (19/11/2021). 

Solo Jadi Pilot Project Wellness City di Indonesia. Foto: Ist
- Ads Banner -

Baca juga : Gairahkan Pariwisata di Solo, Kemenparekraf Dukung Penuh Atraksi Budaya Prajurit Keraton

Dalam sambutannya, Angela mengatakan, bahwa Wellness Tourism menjadi salah satu tren wisata yang menjanjikan di masa pandemi Covid-19 ataupun setelah pandemi ini berakhir. Menurutnya, saat ini masyarakat semakin peduli terhadap kesehatannya. 

“Masyarakat makin peduli terhadap kesehatannya mulai dari kesehatan fisik, mental, emosional, spiritual, dan bahkan sosial. Saat pandemi kita melihat ada peningkatan pencarian pada internet dengan topik wellness destinasi,” tutur Angela.

Angela menyampaikan, bahwa berdasarkan riset dari Global Wellness Tourism Economy, pada tahun 2017 Indonesia menduduki peringkat ke-17 sebagai destinasi wisata kebugaran dengan capaian 6,9 miliar dolar AS dan menciptakan 1,31 juta lapangan pekerjaan. Meski demikian, hal tersebut justru dapat menjadi peluang. 

“Masih ada kesempatan sangat besar untuk potensi wisata kebugaran dan potensi pertumbuhannya di masa mendatang,” kata dia.

Terlebih menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, dan tradisi yang jadi aset penting dalam perkembangan wisata kebugaran. Ia mengatakan, kekayaan di Indonesia yang dimiliki beberapa di antaranaya adalah produk herbal, jamu, aromaterapi dan pijat tradisional.

“Melihat ini Kemenparekraf berkomitmen untuk memaksimalkan wisata kebugaran terutama dari strategi pemulihan pariwisata Indonesia, dimulai dari promosi di tiga daerah di Indonesia, yakni Solo, Yogyakarta dan Bali. Tentunya akan beranjak ke daerah lain karena banyak potensi yang dikembangkan,” lanjut Angela.

Sehubungan dengan Aroma Wellness Festival, Kemenparekraf sangat mendukung penyelenggaraan tersebut, terutama dalam pembentukan Indonesian Wellness Institute (IWI) sebagai bentuk kolaborasi penggerak ekosistem wellness. Angela berharap IWI bisa bergerak secara konkrit dan aktif meningkatkan jejaring wellness nasional dan internasional.

Sementara itu, Sekretaris Jendral IWI Paulus Mintarga menjelaskan, bahwa Wellness Tourism di Indonesia belum masuk pemetaan wellness secara global. Menurutnya, untuk dapat masuk ke sana dibutuhkan karakter yang kuat. 

“Makanya IWI berinisatif dengan Indonesia Welness Festival ini sejalan dengan Global Wellness, supaya wellness lebih bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat,” kata Pulus. 

Untuk mengetahui karakter yang kuat itu, Paulus menjelaskan, bahwa tidak bisa lepas dari sejarah, budaya dan tradisi yang kuat dari Indonesia. Hal tersebut berarti, tradisi dan budaya di Indonesia perlu digali lebih dalam lagi. 

“Kita akan menggali potensi tradisi kita budaya masa lalu, dikembangkan untuk masa sekarang dan masa depan, jadi tradisi Indonesia Wellness menjadi Indonesian Wellness Tradition, jadi jika dikembangkan. Inilah Indonesian Wellness Tradition yang baru,” jelas Paulus. 

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, Wellness Toirusm atau wisata kebugaran tersebut sudah lama digarap. Namun pada masa pandemi seperti saat ini, menurutnya orang-orang lebih memperhatikan masalah kesehatan. 

Baca juga : Hadiri Festival Wayang Bocah 2021, Gibran: ‘Event Budaya Kita Genjot Terus’

“Kalau misalnya kunjungan ke luar kota, ke tempat wisata pasti yang jadi concern pertama ini higienis nggak, ada PeduliLindungi nggak, udah vaksin belum. Yang namanya jamu-jamuan, lalu tempat olahraga mulai dari spa dan yang lain-lain akan lebih kami tonjolkan lagi,” tutur Gibran.

Ia mengatakan, Wellness Tourism tersebut sejalan dengan sport tourism atau wisata olahraga. Ia juga mengatakan, akan lebih menonjolkan lagi potensi-potensi daerah di Kota Solo seperti jamu dan sebagainya. 

“Yang jelas ke depan, pariwisata tidak lepas dari kesehatan dan kebugaran. Jamu-jamuan dan produk UMKM akan didampingi, biar kemasannya lebih baik, ada izin BPOM, halal MUI, sertifikasi, biar lebih standar,” lanjutnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler