31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Soal Ribuan Vaksin AZ yang Kedaluwarsa, Bupati Kudus Jelaskan Krononoginya

BETANEWS.ID, KUDUS – Ribun vaksin jenis Astrazeneca yang dimiliki Pemkab Kudus terpaksa tak bisa disuntikkan kepada warga karena kedaluwarsa. Batas kedaluwarsa vaksin tersebut diketahui hingga 29 Oktober lalu.

Terkait kejadian itu, Bupati Kudus Hartopo menjelaskan kronologinya. Menurutnya, pada 1 Oktober Kementerian Kesehatan RI mengirimkan 50 ribu dosis vaksin Astrazeneca ke Dinas Kesehatan Provinsi Jateng.

Baca juga : Ribuan Vaksin Jenis Astrazeneca di Kudus Kedaluwarsa

Kemudian, setelah sekitar 11 hari, vaksin tersebut masih disimpan di provinsi. Baru tanggal 12 Oktober didropping ke Kudus. Vaksin yang dikirim tersebut masa kedaluwarsanya sampai tanggal 29 Oktober 2021.

“Artinya kita punya waktu sekitar 18 hari yang harus kita suntikkan kepada masyarakat,” ungkap Hartopo, Rabu (3/11/2021).

Lebih lanjut, selama waktu yang ada, Hartopo mengungkapkan bahwa sudah 90 persen vaksin AZ sudah disuntikkan. Sehingga tersisa sekitar 4 ribu dosis yang belum disuntikkan dan akhirnya kedaluwarsa.

“Nah itu kita sudah mendapatkan 90 persen, karena 50 ribu dosis (vaksin AZ) itu tinggal 4 ribu dosis,” sambungnya.

Kenapa bisa kedaluwarsa, terang Hartopo, karena di lapangan penyuntikan vaksin jenis AZ itu termasuk susah. Masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan vaksin Sinovac dengan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) rendah, merasa takut bila divaksin AZ yang KIPI-nya lumayan tinggi daripada Sinovac.

Oleh karena itu, Pemkab Kudus perlu menjemput bola, memberikan edukasi-edukasi kepada masyarakat pentingnya vaksin AZ.

“Kalau Astrazeneca sebenarnya efektivitasnya lebih bagus daripada untuk Sinovac itu sendiri. Kadang-kadang mereka baru mau, kadang ada yang ngasih tau kalau KIPI-nya atau gejalanya lumayan banyak. Hal-hal seperti ini yang membuat kesulitan kita di lapangan,” ungkapnya.

Baca juga : Batas Kedaluwarsa Vaksin Hanya 6 Bulan, Begini Penjelasan DKK Kudus

Kendati demikian, untuk saat ini papar Hartopo, vaksin yang kedaluwarsa masih disimpan di tempat yang aman. Di samping terus melakukan koordinasi dengan pusat dan Kemenkes serta BPOM.

“Sudah kita koordinasikan untuk vaksin yang ED (expired), tapi untuk hasilnya belum turun. Sementara ini masih kita simpan di tempat yang aman,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER