31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaSeniSiswa Pengudi Luhur...

Siswa Pengudi Luhur Bakal Pentaskan Mahakarya Metamorfosa

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sebanyak 52 siswa dan guru Yayasan Pengudi Luhur Kota Semarang bakal melaunching pagelaran drama musikal bertajuk Metomorfosa. Pagelaran tersebut, akan menggambarkan ajakan bangkit dari pandemi Covid-19 yang sudah terjadi hampir dua tahun di Indonesia.

Produser Metamorfosa Asa Jatmiko mengatakan, Project Metamorfosa merupakan respon kondisi siswa ketika pandemi. Menurutnya, selama pandemi, banyak anak-anak yang tak berinteraksi, khususnya dengan teman sesama siswa.

Baca juga : Angkat Judul Kasih Ayah, Rumah Khalwat Balai Budaya Rejosari Bakal Gelar Drama Musikal Sinematik

- Ads Banner -

“Melalui kegiatan ini, kita mengajak anak-anak bangkit dari rasa malas, sambil optimis pandemi ini akan berakahir,” jelasnya saat ditemui di SMA Pengudi Luhur Semarang, Rabu (24/11/2021).

Siswa yang mengikuti projek tersebut, merupakan siswa pilihan yang mempunyai skill bernyanyi dan berakting. Dua keahlian tersebut dibutuhkan, untuk suksesnya pagelaran yang bertajuk drama musikal tersebut.

“Awalnya kita memang membuat semacam audisi di lima sekolahan, karena tak hanya dibutuhkan skill bernyanyi saja, namun juga berakting,” katanya.

Rencananya, projek tersebut akan dilaunching tanggal 8 Desember yang akan datang. Drama musikal tersebut, akan ditayangkan di channel youtube Yayasan Pengudi Luhur. Dia memilih menampilkan secara online karena masih pandemi.

“Sampai saat ini para siswa terlihat antusias, belum ada kesulitan yang berarti,” paparnya.

Meski terbilang lancar, menurutnya ada beberapa tahapan produksi yang memakan waktu cukup lama, yaitu koreografi. Hal itu disebabkan, untuk membuat kompak puluhan siswa dan guru itu bukan sesuatu yang mudah.

“Kita setiap minggu ada latihan dua kali, setiap Sabtu dan Minggu,” katanya.

Sementara itu, salah satu aktor, Albertus mengaku antusias dalam produksi drama musikal tersebut. Di projek tersebut, dia berperan sebagai Ayah Luhur yang putus asa ketika pandemi.

“Dia merasa tak percaya dengan pandemi sehingga dia tak mau berobat,” paparnya.

Baca juga : Luka Luna, Film Garapan BBR Raih Juara 3 pada Ajang Digital Movie Competition 2020

Untuk menghafal naskah, dia harus membagi waktu mengajar dengan menghafal. Menurutnya, dia terbantu dengan pendampingan tenaga profesional yang ikut terlibat dalam projek drama musikal tersebut.

“Di selal-sela ngajar misal ada waktu istirahat saya hafalkan sedikit,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler