31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKisahSepi Pesanan Souvenir,...

Sepi Pesanan Souvenir, Guru TK di Kudus Bangkit Jualan Es Jadul yang Kini Mulai Laris Manis

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan terlihat sedang membungkus adonan es mambo berwarna biru dengan plastik berukuran panjang. Kemudian, setelah semua adonan selesai dikemas, ia pun menaruhnya di lemari es. Ia adalah Diah Efri Primanata (30) Pembuat es mambo dan es gabus.

Ditemui usai membuat es mambo, Diah sapaan akrabnya mengatakan, dirinya baru merintis usaha es jadul ini pada Oktober lalu. Diah mengaku, sebelum merintis es jadul itu, ia memiliki usaha souvenir yang cukup laris.

Usaha itu ia jalani di sela-sela menjadi guru di TK HWK Desa Getaspejaten, Kecamatan jati, Kabupaten Kudus. Namun, usaha yang sudah digelutinya cukup lama itu terdampak pandemi yang mengakibatkan pesanan merosot tajam.

- Ads Banner -

“Dulu pernah usaha souvenir, tetapi karena pandemi, jadi tidak ada yang beli, karena acara-acara kan jadi tidak ada. Padahal dulu bisa ngirim sampai luar kota,” ujarnya Rabu (17/11/21). 

Baca juga: Es Mambo dan Es Gabus yang Tak Pernah Kehilangan Peminatnya

Dari situ, ia kemudian mencari ide usaha dan akhirnya menemukan ide usaha dari kegemaran anaknya mengkonsumsi es mambo dan es gabus.

“Karena anak saya suka sama es mambo dan es gabus jadi saya punya ide untuk jualan, dan akhirnya saya cari tahu resep dan cara buatnya di YouTube,” ujarnya.

Karena es jadul tersebut sudah jarang ditemui, Diah mengaku bisa memproduksi tiga kali dalam seminggu. Dalam sekali produksi bisa sampai 50 bungkus, baik es mambo maupun es gabus. Selain itu, es buatanya banyak diminati karena rasanya yang enak dan manisnya yang aman di tengorokan.

Baca juga: Kisah Owner Treend Steak, dari Gagal Berkali-kali Hingga Sukses Punya 7 Cabang

“Banyak peminatnya karena untuk em mambo buatan saya juga beda. Manisnya juga menggunakan gula asli, jadi aman untuk anak-anak,” ujarnya.

Lalu untuk penjualannya, Diah biasa menjajakan es buatannya di Gor, Balai Jagong, MTS Mualimat Kudus dan beberapa sekolah lainya setiap hari Sabtu dan Minggu. Harganya juga terjangkau yakni Rp1.500.

“Penjualan saya keliling, tapi saya juga menerima pesanan, tetapi pesanya harus h-1, tinggal WhatsApp 0857 1240 4294,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler