BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mendapatkan dropping vaksin Covid-19 jenis Pfizer sebanyak 42 ribu dosis pada Kamis (28/10/2021) lalu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengatakan, dalam waktu 26 hari ke depan, puluhan ribu vaksin itu harus sudah disuntikkan.
Alasannya, terang Badai, standar vaksin Pfizer harus disimpan di suhu -60° C dan bisa bertahan lebih dari 2 bulan. Namun, Kudus yang memiliki tempat penyimpanan dengan suhu -20°C membuat vaksin hanya bisa bertahan selama 30 hari.
Baca juga : Kudus Terima 40 Ribu Dosis Vaksin Jenis Pfizer, Lansia Jadi Prioritas
“Kita terima vaksin ini sekitar 4 hari yang lalu, menjadi PR kita untuk bisa menghabiskan 42 ribu dosis vaksin. Waktu kita tinggal 26 hari, karena Pfizer harus disimpan di suhu -60°, apabila ingin sesuai masa expired. Berhubung kita tidak punya, maka kita hanya akan mampu bertahan selama 30 hari,” ungkap Badai selepas mengikuti Rapat Koordinasi di Aula Lantai 4 Setda Kudus, Selasa (2/11/2021).
Vaksin Pfizer ini, lanjut Badai, akan difokuskan kepada lansia di Kabupaten Kudus. Sebab, sampai saat ini, ketercapaian vaksinasi lansia di Kudus masih di angka 34 persen.
Dengan vaksinasi yang diberikan kepada lansia ini, Badai menargetkan, capaian vaksinasi untuk lansia bisa 70 persen.
“Target kita, dalam dua minggu ke depan vaksinasi lansia bisa 70 persen. Kita ingin menggerakkan level (PPKM) kita turun,” ungkap Badai.
Badai menjelaskan, bahwa 42 ribu vaksin Pfizer telah didistribusikan ke 19 puskesmas di 9 kecamatan di Kudus. Pihaknya menyadari, suksesnya vaksinasi lansia ini terjadi dengan adanya kerja sama oleh semua pihak.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada semua camat dan perangkat desa yang saat itu hadir dalam rapat koordinasi, untuk bisa saling membantu. Bergerak bersama agar target capaian vaksinasi lansia bisa tercapai.
Terlebih, masalah yang sering ditemui adalah rendahnya minat lansia agar mau divaksin.
Baca juga : Meski Vaksinasi Capai 60 Persen, Dinkes Jateng Ungkap Sulitnya Ajak Warga untuk Vaksin
“Maka dari itu, besar harapan kami camat dan perangkat desa bisa membimbing puskesmas agar bisa mencapai sasaran,” harapnya.
Selain itu, masalah yang sering dijumpai lainnya adalah tidak adanya akses bagi lansia untuk mendatangi tempat vaksinasi.
“Ini perlu adanya pendampingan keluarga, camat, desa, RW maupun RT. Di mana setiap kecamatan rata-rata memiliki lansia sekitar 10 ribu orang,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

