BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus kembali mendapatkan dropping vaksin pada Kamis (28/10/2021). Kali ini, ada 40 ribu dosis vaksin jenis Pfizer yang diterima untuk disuntikkan bagi warga Kudus.
Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan, puluhan ribu vaksin tersebut akan diprioritaskan bagi lansia sebagai dosis pertama vaksin.
Baca juga : Ribuan Vaksin Jenis Astrazeneca di Kudus Kedaluwarsa
“Pfizer bisa kita suntikkan untuk lansia. Hari Kamis lalu kita kedatangan 40 ribu dosis. Sementara kita fokuskan untuk lansia,” ungkapnya usai mengikuti rakor penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jateng secara virtual, Senin (1/11/2021).
Targetnya, lanjut Hartopo, dengan disuntikkannya vaksin Pfizer bagi lansia yang totalnya ada 71.098 orang, 50 persen di antaranya sudah divaksin. Meski sampai saat ini, capaian vaksinasi lansia baru 36 persen.
Sementara itu, Aniq Fuad Kasi Surveilens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengatakan, bahwa puluhan ribu vaksin Pfizer telah didistribusikan ke fasilitas kesehatan di Kudus. Baik ke rumah sakit, klinik, maupun puskesmas.
“Itu peruntukannya satu bulan ke depan harus habis. Karena penyimpanannya harus minus 20 derajat. Kalau minus 20 derajat itu harus satu bulan habis. Kalau tidak habis, rusak,” terangnya.
Oleh karena itu, Aniq pun mulai menyosialisasikan agar vaksin Pfizer ini bisa segera disuntikkan. Hanya saja, ada kekhawatiran bila difokuskan ke lansia dengan cakupan yang sedikit, tidak segera habis.
“Lah ini ada dilema, kalau tak kasih ke lansia, kalau cakupan lansia sedikit kan tidak habis-habis. Kalau masyarakat umum nanti lansianya lupa,” khawatirnya.
Kekhawatiran yang sama juga diungkapkan Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo. Demi melancarkan program vaksinasi bagi lansia ini, pihaknya meminta kepada semua masyarakat yang di dalam keluarganya ada lansia, bisa mendampingi lansia agar bisa mendapatkan vaksin.
Baca juga : Vaksinasi Lansia di Kudus Ditarget Capai 50 Persen Sebelum Tutup Tahun
“Lansia rata-rata takut atau tidak mau mendapatkan vaksin. Ada juga yang beralasan keterbatasan akses, harusnya ada pendampingan. Banyak yang tidak mendapatkan perhatian keluarganya. Ini perlu melakukan edukasi kepada masyarakat, keluarga yang memiliki lansia untuk bisa mendampingi lansia agar bisa mendapatkan vaksin,” terangnya.
Terlebih, untuk ke depan, capaian vaksinasi lansia bisa mencapai lebih dari 50 persen di minggu ke dua bulan November ini. Pihaknya pun terus melakukan kerja sama dengan pemerintah desa dan semua pihak agar bisa membantu lansia mendapatkan prioritas vaksin. “Mudah-mudahan itu bisa tersampaikan ke lansia,” harapanya.
Editor : Kholistiono

