31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKUDUSHujan Deras Semalaman,...

Hujan Deras Semalaman, Ratusan Rumah dan Sekolah di Desa Jojo Kudus Kebanjiran

BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Kudus, Rabu (17/11/2021) malam, mengakibatkan dua desa kebanjiran. Dua desa itu adalah Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo dan Desa Jojo, Kecamatan Mejobo kebanjiran.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Budi Waluyo mengatakan, banjir di Desa Bulungcangkring akibat limpasan sungai dari perbukitan Patiayam. Pihaknya juga telah mengirimkan petugas BPBD untuk memberikan bantuan karung.

“Banjir yang menggenangi Desa Bulungcangkring ketinggiannya kurang lebih 5-20 sentimeter. Ada 3 RW yang terdampak, RW 1, 2, dan 10. Paling banyak di RW 10, mulai dari RT 1 sampai RT 5,” katanya, Kamis (18/11/2021) pagi.

- Ads Banner -

Pantauan di lapangan, Kamis (18/11/2021) sekitar pukul 06.00 WIB, banjir di Desa Bulungcangkring sudah surut. Warga pun sudah membersihkan lumpur. Hanya saja, sampah-sampah masih menumpuk di sungai.

Baca juga: BPBD Kudus Siagakan Seribuan Relawan untuk Hadapi Bencana

Sementara untuk wilayah Desa Jojo, menurut Kepala Desa Jojo Samsul Hidayat, hujan yang berlangsung dari pukul 18.00-22.00 WIB mengakibatkan air saluran irigasi dari Krawang Jekulo meluap. Hal itu mengakibatkan banjir di sepanjang aliran tersebut. Banjir pun menggenangi 2 RW di wilayah Desa Jojo. Yakni 40 rumah di RW 1, dan 185 rumah di RW 3 yang tersebar di RT 1-4.

“Air menggenangi desa mulai jam 4 pagi sampai saat ini semakin bertambah. Ketinggiannya sekitar 30-40 Sentimeter. Ini belum titik tertinggi, ini bisa naik lagi,” katanya.

Banjir ini pun menggenangi tiga SD dan satu MI di desa tersebut. Meski tidak sampai masuk ruang kelas, tapi di halaman sekolah penuh dengan air banjir.

“Ini sangat mengganggu. Tadi ada sebagian yang dipulangkan. Untuk aktivitas lainnya masih normal, hanya terganggu sedikit,” ungkapnya.

Langkah antisipasi banjir oleh Pemdes Jojo, ungkap Samsul, sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya. Giat padat karya dengan membersihkan sungai yang mengalir di Desa Jojo sudah dilakukan. Hanya belum selesai sepenuhnya, hujan deras melanda dan membuat debit sungai bertambah.

Baca juga: Antisipasi La Nina, Pemkab Kudus Siapkan Mitigasi di 7 Kecamatan Rawan Bencana

Lebih lanjut, menurut Samsul, bencana banjir di Desa Jojo sebenarnya sudah sering terjadi. Desa Jojo yang termasuk wilayah rawa dan dihimpit pegunungan, dipastikan selalu banjir. Tapi bila sungainya bersih, air bisa cepat surut dan hilang.

“Tapi sejak tahun 2020 sudah agak berkurang banjirnya. Sejak ada bendungan Logung, banjirnya berkurang. Sebelumnya malah lebih parah,” ungkapnya.

Meski demikian, di tahun 2021 ini, dikatakan Samsul banjir yang terjadi kali ini merupakan pertama kalinya. Untuk itu, Pemdes Jojo tetap akan berjaga-jaga dan tetap terus melaporkan keadaan kepada BPBD dan Pemda Kudus.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler