31 C
Kudus
Minggu, Januari 23, 2022
spot_img
BerandaSOLOWisatawan di Solo...

Wisatawan di Solo Nantinya Bakal Disambut Atraksi Budaya Prajurit Keraton

BETANEWS.ID, SOLO – Wisatawan yang datang ke objek wisata di Kota Solo, nantinya akan disambut dengan Atraksi Budaya Prajurit Solo.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bekerja sama dengan Keraton Kasunanan Surakarta menggelar Workshop dan Pelatihan Koreografi Atraksi Budaya Prajurit Solo. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini, yakni 13-14 Oktober digelar di Taman Balekambang Solo.

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Dipokusumo memaparkan, pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai workshop yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pariwisata Bidang Atraksi Budaya.

Pelatihan Atraksi Budaya Prajurit Keraton di Balekambang Solo. Foto: Khalim Mahfur.
- Ads Banner -

Baca juga : Kukuhkan Badan Promosi Pariwisata, Gibran: ‘Tingkatkan Kunjungan ke Solo’

“Kami mendapat arahan, atraksi budaya itu salah satunya adalah di Kasultanan Surakarta adalah prajurit. Nantinya, akan diformat beberapa formasi, di antaranya pergantian jaga, defile dan formasi seperti Garuda Nglayang, formasi Supit Urang, formasi Naga dan yang lainnya,” ujar Gusti Dipo, Rabu (13/10/2021).

Gusti Dipokusumo menjelaskan, dalam Atraksi Budaya tersebut, melibatkan beberapa prajurit Kasunanan. Mulai dari satuan Bergodo Tamtama, Bergodo Musik, Jayeng Astro, Doropati, Sorogeni dan Jayasura. Dirinya menyebut, prajurit-prajurit yang dilatih tersebut adalah yang ditampilkan pada waktu-waktu tertentu, terutama pada hari Sabtu dan Minggu.

Prajurit-prajurit tersebut, nantinya akan ditugaskan di berbagai spot-spot yang sering didatangi oleh wisatawan, agar menjadi daya tarik tersendiri.

“Tanggal 30 Oktober nanti akan kita tampilkan, uji coba sampai bulan Desember. Kita lihat tanggapan masyarakat, kita evaluasi. Tahap uji coba ini akan ditampilkan seminggu sekali, setiap hari Sabtu sore,” tutur Gusti Dipo.

Sementara itu, Artistic Director Workshop Atraksi Budaya Prajurit Heru Mataya menambahkan, program dari Kementerian Pariwisata tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solo agar atraksi prajurit keraton itu bisa ditampilkan kembali secara rutin.

“Bukan hanya di Keraton Surakarta, Solo juga punya banyak destinasi yang mestinya juga harus ada penanda-penandanya. Salah satu penandanya ya prajurit ini dengan kostum kreasi baru,” jelas Heru.

Heru menyebut, prajurit-prajurit tersebut akan ada di enam lokasi di Solo, yakni Keraton, Balai Kota, Pasar Klewer, Pasar Gedhe, Koridor Jendral Sudirman, Galdak dan Kauman. Dengan mengenakan seragam ala keraton yang di modifikasi, dalam program tersebut turut menggandeng desainer Uzi Fauziah untuk mendesain kostum yang akan dikenakan oleh para prajurit di tempat-tempat ikonik di Solo nantinya.

“Jadi sumber tradisinya jelas, tapi di mata fashion desainer bisa dikembangkan lebih kreatif lagi. Karena ini kaitannya dengan atraksi wisata, jadi biar lebih menarik,” terangnya.

Peserta pelatihan prajurit tersebut diikuti oleh 40 orang yang mendaftar dan juga telah mengikuti audisi. Heru mengatakan, untuk peserta, pihaknya bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kelurahan-kelurahan di Solo.

“Ini menarik, karena program ini sinergi kolaboratif. Artinya dari Keraton Surakarta sebagai sumber inspirasi, biar ilmu-ilmu prajurit ini bisa diwariskan pada anak-anak muda Kota Solo. Ini sekaligus sebagai geliat pariwisata di Solo pascapandemi,” kata dia.

Baca juga : Gibran Jajaki Kerja Sama Pariwisata dan Ekonomi dengan Pemkot Yogyakarta

Tidak hanya menyuguhkan atraksi, prajurit-prajurit tersebut nantinya juga akan diposisikan sebagai duta protokol kesehatan. Mereka akan mengingatkan kepada masyarakat agar taat protokol kesehatan dengan cara khas warga Solo.

“Misalnya nanti di Pasar Gede ada yang tidak pakai masker, nanti prajurit ini juga akan mengingatkan, jadi menjadi penyadaran juga pada masyarakat. Nanti misal di Kauman ada wisatawan berkerumun, mereka akan mengingatkan dengan bahasa yang santun dan berpakaian prajurit. Jadi ini cara khas wong Solo untuk kampanye prokes dengan cara-cara berbudaya,” pungkas Heru.

Editor : Kholistiono

Lipsus 12 - Banjir Abadi di Wilayah Bekas Selat Muria (Kudus dan Pati)

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,340PengikutMengikuti
75,048PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler