31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaKUDUSMuseum Kretek Gandeng...

Museum Kretek Gandeng 9 Sanggar Tari di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dan menarik minat pengunjung, Museum Kretek mengadakan program latihan menari yang digelar di museum.

Terkait dengan program tersebut, Museum Kretek menggandeng sembilan sanggar tari yang ada di Kudus.

Sembilan sanggar tari tersebut, yakni Padepokan Seni Murni Asih, Cokro Bawono, Sanggar Seni Bougenville, Laras PO Haryanto, Sanggar Seni Ciptoning Asri, Karya Widya Budaya, Sanggar Cak Kisut, Lestari Seni Budaya dan Sanggar Seni Puring Sari.

Salah satu perwakilan sanggar yang ikut program belajar menari di Museum Kretek. Foto: Kartika Wulandari.
- Ads Banner -

Baca juga : Museum Kretek Gelar Latihan Tari

Kemudian untuk tarian yang dibawakan dari masing-masing sanggar, di antaranya ada Tari Sigrak Tetanen, Tari Gembyong Sekar Arum, Tari Kreasi, Tari Pangpung, Tari Rebana Gandes, Tari Lengger Jangkrik Genggong, Tari Jenang, Tari Tumbu Manis dan Tari Kretek.

Untuk kegiatan belajar menari di Museum Kretek, dilaksanakan hingga 19 Oktober 2021, setiap jam 14.00 WIB.

“Kami memulai kegiatan ini mulai pukul 14.00 WIB setelah anak-anak pulang sekolah,” ucap Yusron, Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Kudus.

Menurutnya, kegiatan ini adalah salah satu caranya untuk menarik masyarakat untuk datang ke museum.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan setelah berkunjung untuk ikut latihan menari, nantinya ada rasa penasaran, sehingga peserta dan orang tua yang mengantar tidak hanya belajar menari saja, tetapi bisa melihat koleksi yang ada di museum,” katanya, Senin (12/10/21).

Dengan menggandeng sembilan sanggar tari, katanya, anak-anak bisa belajar traian khas dari masing-masing sanggar.

Baca juga : Apresiasi Program Museum Kretek Keliling, Guru Sejarah : ‘Ini Kegiatan Unik, Harus Berkelanjutan’

“Dengan kegiatan ini, anak-anak juga bisa bersoialisasi dengan teman-teman sanggar lainya, dan bisa belajar tarian baru yang diajarkan oleh masing-masing sanggar,” jelasnya.

Ia berharap, ke depannya melalui kegiatan seperti ini bisa menarik minat masyarakat, khususnya warga Kudus agar datang ke museum untuk mempelajari sejarah Kretek.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler