31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaKUDUSMuseum Kretek Adakan...

Museum Kretek Adakan Latihan Tari

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus mengadakan program latihan menari yang digelar di Museum Kretek.

Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Kudus Yusron mengatakan, kegiatan yang menggandeng sembilan sanggar tari tersebut, berlangsung mulai hari ini, Senin (11/10/2021) hingga Selasa (19/10/21).

Anak-anak mengikuti latihan tari di Museum Kretek. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga : Museum Kretek Disebut Tempat Bersejarah yang Hanya Dimiliki Kudus

- Ads Banner -

“Jadi untuk kegaiatan ini, masing-masing sanggar menyertakan anak didiknya. Kemudian untuk pengajarnya bergantian, setiap hari bergilir. Mereka akan mengajarkan tarian masing-masing sanggar, jadi bisa menjadi semacam tukar ilmu dalam hal tari,” jelas Yusron, Senin (11/10/21).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hal baru. Jika biasanya belajar tari dilakukan di sanggar, kali ini belajar tari juga bisa dilakukan di museum. Sehinga, peserta latihan tidak hanya belajar menari saja, tapi juga bisa sekaligus berkunjung ke Museum Kretek dan belajar di sana.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap bisa menumbuhkan lagi minat tari. Kemudian yang kedua bisa berkunjung ke Museum Kretek,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mutrikah menerangkan, kegiatan belajar di museum ini bukan pertama kalinya. Karena sebelumnya, sudah ada kegiatan, yaitu sosialisasi dengan mendatangkan siswa ke Museum Kretek.

“Kegiatan belajar di museum ini materinya macam-macam dan untuk tahun ini kami mengambil belajar menari. Ke depannya juga bisa untuk belajar yang lain, seperti musik, puisi, teater dan lain-lain. Pokokya bisa bermanfaat dan bisa mengedukasi,” jelasnya.

Baca juga : Apresiasi Program Museum Kretek Keliling, Guru Sejarah : ‘Ini Kegiatan Unik, Harus Berkelanjutan’

Murtikah juga menambahkan, untuk jangka panjangnya, Museum Kretek bisa menyediakan tempat untuk kegiatan keseniaan, kebudayaan, pariwisata dan edukasi.

“Kegiatan ini bisa menjadi jangka panjang, jadi bisa membuka kesempatan agar musuem bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat. Yang penting tidak menganggu keberadaan museum itu sendiri. Jadi bisa sekali kalau mau menggelar kegiatan edukasi. Baik seni budaya dan pariwisata, seperti lomba pentas musik, lomba melukis atau main teater. Karena dengan kegiatan yang digelar, juga bisa memancing masyarakat untuk datang ke musuem,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler