BETANEWS.ID, KUDUS – Sejak pemerintah memberikan kelonggaran terhadap sektor wisata, jumlah kunjungan di Museum Patiayam Kudus perlahan juga mengalami peningkatan. Dengan menerapkan protokol ketat, museum yang terletak di Desa Terban, Kecamatan Jekulo tersebut, mulai ramai didatangi pengunjung.
Petugas Museum Patiayam Siti Asmah mengatakan, pengunjung Museum Patiayam cukup ramai saat akhir pekan. Setidaknya, jumlah kunjungan ke museum sudah naik 5 persen dari sebelumnya.

Baca juga : Museum Patiayam Kembali Tambah Koleksi Fosil Gading Gajah Purba
“Setelah sepi karena PPKM, kini pengunjung Patiayam sudah meningkat, kurang lebih 500 pengunjung dalam satu bulan,” ucapnya, Selasa (05/10/2021).
Untuk wisatawan yang datang, lanjut Asmah, masih didominasi warga lokal Kudus. Ditambah lagi, ada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari perguruan tinggi di Kudus yang kerap datang untuk berkunjung.
“Ada juga pengunjung dari luar daerah, seperti dari warga Rembang, Jepara, dan Semarang. Karena lokasinya dekat dengan jalan raya, jadi tidak jarang dari daerah yang datang ke sini,” tuturnya.
Asmah menambahkan, banyak pengunjung yang tertarik datang ke Museum Patiayam karena takjub adanya gading gajah purba atau Stegodon Trigonochepalus.
Asmah juga berharap, dengan dibukanya kembali, pemerintah daerah bisa memberikan perhatian khusus untuk pemeliharan dan pelestarian Museum Patiayam.
Sebab, Museum Patiayam sangat membutuhkan campur tangan pemerintah daerah dalam hal pemeliharaan dan perawatan koleksi di museum.
“Karena ini tempat untuk menyimpan benda yang langka, sehingga memang sangat membutuhkan perawatan yang sungguh-sungguh,” tambahnya.
Baca juga : Usai Museum Kretek Keliling, Disbudpar Berencana Adakan Safari Museum Patiayam
Sebagai saksi bisu sejarah di Kudus, lanjut Asmah, koleksi di Museum Patiayam dinilai sangat perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Hal ini bertujuan, agar generasi berikutnya bisa tau potensi sejarah di Kudus. Sehingga, bisa meneruskan kelestarian Museum Patiayam agar dikenal masyarakat luas.
“Bahkan Bu Mawar (Ketua TP PKK Kabupaten Kudus) sendiri saat berkunjung merasa prihatin, karena temuan yang sangat banyak tapi tempatnya belum memadai dan kurang luas,” ucapnya.
Editor : Kholistiono

