BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus mengandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah mengadakan kegiatan Museum Kretek Keliling ke sekolah-sekolah.
Jupriyono, Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Jateng yang juga nara sumber dalam kegiatan Museum Kretek Keliling menyampaikan, kegiatan tersebut sebenarnya bisa menyasar ke semua tingkatan sekolah, mulai SD, SMP maupun SMA.

Baca juga : 63 Fosil Koleksi Museum Patiayam Berhasil Dikonservasi dan Identifikasi
Namun karena keterbatasan waktu, katanya, untuk sementara, kegiatan tersebut hanya menyasar ke sembilan sekolah tingkat SMA sederajat yang ada di Kudus.
Menurutnya, usai kegiatan tersebut usai, ke depannya akan ada kegiatan baru, yaitu Safari Museum Patiayam.
“Kita sudah ada rencana, nanti akan ada pengenalan Museum Patiayam melalui Safari Museum Patiayam,” ucapnya, Sabtu (02/10/2021).
Jupriyono menyampaikan, Safari Museum Patiayam akan dilaksanakn selama 5 hari dengan mengundang sekolah yang berbeda-beda. Dari masing-masing sekolah, nantinya akan didampingi guru sejarah.
“Karena sedang pandemi, nanti tetap kita batasi untuk kegiatannya. Jadi mungkin per sekolah hanya bisa mengajak 30 siswa saja,” jelasnya.
Jupriyono menjelaskan, bahwa sebenarnya cara edukasi untuk mengenalkan potensi museum Kudus seperti ini, bukanlah cara yang pertama kali dilakukan.
“Biasanya kalau tidak pandemi, kami juga sering mengadakan seminar di hotel dan mengundang guru serta siswa. Tapi karena pandemi, kita pilih cara seperti ini,” jelasnya.
Baca juga : Museum Kretek Keliling ke Sekolah-sekolah di Kudus
Lalu dengan adanya kegiatan edukasi ini, Jupriyono berharap, jangka panjangnya, siswa yang sudah mengetahui sejarah museum, bisa menjadi agen untuk mengenalkan museum kepada masyarakat luar Kudus.
Selain itu, siswa yang menjadi agen, masyarakat Kudus juga bisa menjadi agen, sehingga masyarakat luar bisa mengetahui Museum Kudus. Sehingga, nantinya bisa berkunjung ke Museum Kudus untuk sekedar berkunjung, relaksasi, ataupun untuk menambah pengetahuan.
Editor : Kholistiono

