31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaKUDUSKantor BEM Universitas...

Kantor BEM Universitas Muria Kudus Disegel Gara-gara Logo Kampus

BETANEWS.ID, KUDUS – Empat organisasi mahasiswa (Ormawa) Universitas Muria Kudus (UMK) menyegel basecamp atau kantor Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Mereka terdiri dari Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Arga Dahana, Seni Kampus (Sekam), Koperasi Mahasiswa (Kopma) dan BEM Fakultas Pertanian.

Dari pantauan betanews.id pada Rabu (13/10/2021) siang, terlihat kantor BEM UMK digembok. Di pintu masuk ruangan tersebut juga terlihat tulisan ‘DISEGEL’ dengan tinta merah.

Kemudian, juga ada poster yang tertempel di dinding bertuliskan “Pernyataan Sikap Mapala Arga Dahana Universitas Muria Kudus. BEM Universitas Pelecehan Terhadap Almamater UMK”

Postingan BEM UMK yang terdapat logo kampus robek yang menuai protes karena dianggap pelecehan. Foto: Ist
- Ads Banner -

Baca juga : Joko Utomo Resmi Mundur dari Jabatannya Sebagai Wakil Rektor 3 UMK

Ketua Mapala Arga Dahana UMK Isnaini Nitasari mengatakan, penyegelan tersebut dilakukan, karena BEM UMK dinilai telah melecehkan lambang almamater kampus di media sosial.

Hal itu merujuk adanya postingan di Instagram oleh akun resmi @bem_umk lima hari lalu. Dalam postingan yang berisi seruan #SelamatkanUMK tersebut, menunjukkan fliyer bertuliskan ‘System Error, Rusaknya Birokrasi Kampus’. Kemudian di tulisan itu, ada logo UMK yang dibuat robek.

“Mereka sudah melecehkan almamater. Kami memberikan waktu 2×24 jam agar BEM UMK memberikan klarifikasi. Tapi hingga hari Selasa, pukul 23.00 WIB, tidak ada klarifikasi apapun. Kami pun akhirnya menyegel basecamp BEM UMK,” jelas perempuan tersebut saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (13/10/2021).

Langkah ini dipilih, jelas Nita, karena BEM Universitas merasa membawa nama seluruh mahasiswa saat menyatakan sikapnya beberapa waktu lalu. Padahal, sebelumnya tidak ada koordinasi apapun dengan ormawa kampus. Ia menduga, apa yang dilakukan BEM Universitas ditunggangi kepentingan politik dalam tuntutannya.

“Menyikapi hal itu, kami meminta pihak rektorat untuk mengaudit dan memeriksa BEM dan segala kegiatannya, karena diduga ditunggangi oleh kepentingan tertentu,” jelasnya.

Ditemui di basecamp Mapala Arga Dahana, salah satu anggotanya Fiki Nur Hidayat menjelaskan, bahwa proses penyegelan dilakukan malam tadi, tepatnya pukul 23.00 WIB. Penyegelan dilakukan belasan mahasiswa dari Mapala dan Sekam. Katanya, tidak ada perlawanan apapun dari pihak BEM Universitas.

“Penyegelan ini akan kami lakukan sampai ada klarifikasi semuanya dari BEM Universitas,” ungkapnya.

Menanggapi terkait postingan di Instagram adanya logo kampus yang robek, Ketua BEM UMK Alvin Rizqiya tidak merasa melecehkan nama almamater kampus. Robeknya logo almamater itu, merupakan ilustrasi apabila tuntutan BEM beberapa waktu lalu tidak terealisasi, UMK bisa rusak.

Ia mengakui, bahwa dalam menyuarakan tuntutan sebelumnya, memang belum berkoordinasi lebih jauh dengan ormawa kampus. Hal itu menurutnya masih menjadi pembahasan internal BEM Universitas dan seakan-akan menjadi bom waktu, semua tuntutan diketahui publik.

Baca juga : Mahasiswa Tuntut Rektor UMK dan 3 Wakilnya Mundur

“Menurut kami, terkait logo UMK yang robek, sebuah ilustrasi seakan-akan kita memberikan wacana ke publik, ketika desas-desus WR 1 dan WR 3 tidak diselesaikan dalam waktu singkat, UMK akan seperti itu (rusak). Bukan maksud kami melecehkan, tidak sama sekali. Kan kita dalam satu almamater, tidak mungkin kita menjelekkan almamater UMK,” jelasnya.

Sore ini, BEM UMK dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) membuat forum terbuka kepada semua ormawa kampus. Memberikan klarifikasi bahwa logo UMK robek bukan sebuah pelecehan tapi ilustrasi.

“Kami akan klarifikasi semua. Tidak ada yang ditunggangi politik, karena memang kurang adanya komunikasi saja,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler