Hartopo : Makam Habib Ja’far Bisa Jadi Tujuan Wisata Religi Setelah Makam Sunan Kudus dan Sunan Muria

BETANEWS.ID, KUDUS – HM Hartopo, Bupati Kudus menyebut, Makam Habib Ja’far yang berada di Kompleks Pemakaman Desa Ploso, Kecamatan Jati, bisa menjadi tujuan wisata religi setelah Sunan Kudus dan Sunan Muria.

“Hari ini, kita bersama-sama menjadi saksi peresmian kubah makam Habib Ja’far Al Kaff. Ini merupakan bentuk penghormatan, sekaligus penanda makam beliau. Sosok yang akan kita kenang, kagumi, kita hormati. Semoga nama beliau selalu dikenang masyarakat Kudus, dan tentunya ini akan menambah destinasi wisata religi di Kabupaten Kudus,” kata Hartopo saat peresmian kubah makam Habib Ja’far, Senin (11/10/2021).

Makam Habib Ja’far Al Kaff yang berada di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Kubah Makam Habib Ja’far Al Kaff Diresmikan, Bupati Berharap Warga yang Berziarah Bisa Lebih Nyaman

-Advertisement-

Dengan bertambahnya wisata religi di Kudus, Hartopo berharap bisa memberdayakan lebih banyak UMKM di Kudus. Sekaligus bisa mengisi lapangan kerja masyarakat sendiri.

“Tapi tentunya perlu adanya penataan nanti seperti apa,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Mutrikah mengatakan, bahwa belum ada pembicaraan lebih lanjut usai diresmikannya kubah makam Habib Ja’far sebagai tempat wisata religi baru di Kudus. Sebab, dari pihak dinas sendiri belum melakukan penghitungan secara pasti jumlah peziarah yang datang berziarah ke makam Habib Ja’far selama ini.

“Namanya kebijakan pemerintah, ini kewenangan Pak Bupati. Kami dari dinas menyesuaikan kebijakan beliau. Sampai saat ini, beliau belum mengatakan apapun,” katanya, Selasa (12/10/2021).

Bila ada banyak pengunjung, lanjut Tika, tidak menutup kemungkinan makam Habib Ja’far ke depan menjadi tujuan wisata religi. Tapi menurutnya, perlu adanya penataan terlebih dahulu. Mulai dari akses jalan hingga pembinaan pariwisata. Demi memberikan fasilitas terbaik, agar para peziarah atau wisatawan bisa merasa nyaman.

“Tentunya masyarakat di sekitar makam siap menjadi tuan rumah yang baik. Ramah tamah kepada peziarah, mengerti apa yang dibutuhkan para peziarah. Mereka (masyarakat) harus bisa menyiapkan,” jelas Tika.

Dengan adanya tempat wisata religi baru, harap Tika, bisa membuka kran pertumbuhan ekonomi. Masyarakat sekitar bisa menyiapkan warung, menyediakan makan dan minum. Bisa juga ada yang berjualan bunga tabur untuk ziarah, dan lainnya untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Baca juga : Nama Habib Ja’far Al Kaff Dijadikan Nama Jalan di Samping Masjid Agung Kudus

Ke depan, komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak terkait akan dilakukan Disbudpar mewujudkan makam Habib Ja’far menjadi tempat wisata religi. Baik dengan Pemda Kudus, pihak keluarga, Pemdes Ploso, hingga partisipasi masyarakat bisa juga dengan para pelaku usaha pariwisata.

“Jadi kita menciptakan makam Habib Ja’far menjadi tempat wisata religi perlu koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait yang terlibat di situ. Jadi tidak bisa Disbudpar sendiri,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER