31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaKulinerGurih dan Renyah,...

Gurih dan Renyah, Dungwaru Fried Chicken yang Tak Pernah Sepi Pembeli

BETANEWS.ID, DEMAK – Aroma sedap dari bumbu ayam goreng tercium kuat dari dapur Dungwaru Fried Chicken di Desa Kedungwaru Lor, Kecamatan Karanganayar, Kabupaten Demak. Di sana, tampak seorang perempuan yakni Sri Sulistyowati (44) sedang sibuk dengan pekerjaanya. Ia terlihat senag mempersiapkan beberapa potong ayam, tepung, dan bumbu-bumbu, untuk membuat ayam goreng.

Sembari melakukan pekerjaanya, Sri Sulistyowati berbagi sedikit kisahnya merintis usaha Dungwaru Fried Chicken. Dia mejelaskan, usahanya tersebut dimulai pada 2017 dan merupakan pelopor penjualan fried chicken di Desa Kedungwaru Lor.

“Kalo saat ini memang sudah banyak, tapi waktu tahun 2017 kan satu-satunya cuman saya,” ungkapnya, Jumat (24/09/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Gurihnya Kerupuk Kulit Ikan Kakap Ini jadi Primadona Banyak Orang

Dungwaru Fried Chicken ini memang disukai masyarakat sejak dulu, karena cita rasanya yang gurih. Dia juga menjelaskan penjualan setelah adanya pandemi mengalami penurunan yang cukup signifikan. Yang awalnya dapat menjual sekitar 90 potong ayam setiap harinya, sekarang hanya dapat menjual 50 potong ayam.

“Ya karena ini agak sepi dan mulai banyak pesaing maka saya membuat menu baru yaitu usus crispy. Sebenernya juga sama dengan chicken, maksudnya sama itu dari modal dengan laba ya lumayan. Jadi untuk menutupi kekurangan omzet yang di fried chicken, saya tutup dengan usus crispy,” katanya.

Baca juga: Jualan Pukis Toping Kekinian di Kudus Ini Punya Omzet Jutaan Sehari

Harga fried chicken di Dungwaru Fried Chiken ini terbilang cukup terjangkau untuk harga yang sayap Rp 4 ribu dan Rp 11 ribu dapat tiga. Sedangkan untuk harga paha dan dada Rp 4,5 ribu dan Rp 13 ribu dapat tiga.

“Pemesanan bisa melalui nomor Whatsapp 0855 9197 9283 atau bisa beli langsung ke outlet Dungwaru Fried Chicken yang setiap hari buka pada jam 9.00 sampai 17.00 WIB,” tandas Sri.

Penulis: Nashirotul Ulya (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler