BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta warga Solo yang berada di luar daerah untuk tidak mudik saat libur Natal dan tahun Baru. Imbauan ini ia tempuh sebagai antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 setelah libur panjang.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pembatasan-pembatasan kegiatan, termasuk juga pembatasan di perbatasan kota Solo dan juga penyiapan tempat karantina.
“Kita nanti nunggu arahan dari pusat ya untuk masalah nanti penyekatannya seperti apa, pembatasannya seperti apa. Makanya saya menganjurkan mudiknya ditunda dulu, wes,” ucap Gibran, Kamis, (28/10/2021).
Baca juga: Indonesia Belum Bisa Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun, Ini Penyebabnya
Menurutnya, kebijakan ini berkaca dari libur panjang sebelumnya yang mengakibatkan lonjakan kasus Covid-19 pada Juli 2021 lalu. Makanya sebagai antisipasi, Pemerintah Kota Solo akan menerapkan aturan yang kurang lebih sama dengan Lebaran lalu.
“Mungkin nanti menyiapkan tempat karantina juga, tapi sekali lagi saya nunggu intruksi dari pusat dulu,” ujarnya.
Selain pembatasan mobilitas, Gibran juga akan membatasi jumlah pengunjung di tempat wisata. Namun, soal tempat wisata boleh buka atau tutup, pihaknya masih menunggu intruksi dari pemerintah pusat.
“Dibuka atau tidak, tetep nunggu intruksi dari pusat dulu. Kalau dibuka ya terbatas, kalau tutup ya kita tutup. Ya tergantung kita nanti di Desember level berapa, pokonya kita tetap dibatasi, pakai PeduliLindungi,” kata Gibran.
Baca juga: Ini Kebijakan Pemerintah untuk Antisipasi Gelombang 3 Covid-19
Setelah sekian lamanya tempat wisata ditutup, menurut Gibran warga sudah merasa jenuh. Namun, meski tempat wisata boleh dibuka, warga juga harus selalu mematuhi protokol kesehatan.
“Warga sudah lama tidak bertamasya nggak ada hiburan. Moso kon neng ngomah terus (Masak disuruh di rumah terus),” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

