31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaKisahTak Mampu Sewa...

Tak Mampu Sewa Tempat, Rina Nekat Jualan Nasi Padang Keliling yang Kini Laris

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita terlihat sedang mendorong gerobak bertuliskan masakan padang, di Jalan Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Selama menyusuri jalan, ia terkadang menawarkan dagangannya kepada warga yang ditemuinya. Bagi perempuan bernama Rina monazka itu, jualan keliling lebih punya banyak untung daripada mendirikan warung.

Dengan modal yang hanya Rp 2 juta saat merintis usaha 2020 lalu, Rina memang tak bisa menyewa tempat. Makanya, ia bersama suami kemudian punya ide untuk jualan secara keliling.

Rina saat berjualan Nasi Padang keliling di daerah Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Foto: Kartika Wulandari.

“Awalnya mau usaha soto, tetapi saya mikir lagi, kalau soto harus punya tempat, belum alat seperti  kompor, sendok, mangkuk, akhirnya ya sudah jual nasi padang bungkus saja yang lebih hemat,” ucapnya Rabu (08/9/2021).

- Ads Banner -

Meski bukan orang Padang, Rina sudah mahir membuat berbagai menu, lantaran dulu ia pernah bekerja di rumah makan padang yang ada di Semarang.

Baca juga: Penjual Nasi Padang Keliling di Kudus Ini Bisa Raup Omzet Sejuta Sehari

“Dulu sempat berkerja di rumah makan padang. Nah setelah itu selang beberapa tahun, saya dan suami keluar. Suami bekerja di tempat lain dan saya jual gorengan, tapi suami saya dipecat dan nganggur selama 8 tahun. Ya sudah akhirnya kami mencoba untuk membuka usaha sendiri,” jelasnya.

Tak selalu mulus, awal mencoba usaha nasi padang, ia pernah bekerja sama dengan temannya. Namun, Rina dan sang suami malah ditipu oleh temanya itu.

“Awal-awal bagus penjualannya. E, malah lama-lama tidak beres dan kami ditipu, gerobaknya dijual,” ungkap Rina.

Tak patah arang, kemudian Rina dan suami pun mencoba membuka nasi padang lagi, dengan modal Rp 2 juta. Uang itu hasil pinjaman dari salah satu keluarganya.

“Karena uang kita habis-habisan, akhirnya saya pinjam uang ke tante saya sebanyak Rp 2 juta. Untuk gerobaknya saya beli gerobak bekas dan diperbaiki oleh suami,” ujarnya.

Meski jualan pakai gerobak, menu yang disediakan Rina cukup komplet. Di antaranya ayam goreng, telur balado, daging, rendang, sayur gulai, sayur nangka, ika lele, bergedel, terong balado, sambal ijo, dan lalapan.

Baca juga: Bantu Ibunya Cari Uang Setelah Ayahnya Meninggal, Remaja di Kudus Ini Tak Malu Jualan Cilok

“Harganya pun cukup terjangkau, yaitu Rp 8 ribu untuk nasi telur, Rp 10 ribu untuk nasi ayam, dan Rp 12 ribu untuk nasi rendang,” ungkapnya.

Sementara untuk rute penjualan kelilingnya, lanjut Rina, ia memulainya dari rumahnya di Dukuh Wergu Wetan, Kelurahan Wergu Wetan, kemudian berjalan ke arah utara, hingga menuju jalan Letkol Tit Sudono, Wergu Kulon, Kecamatan Kota.

“Kelilingnya dari rumah sampai Gang 4, mulai dari jam 10 pagi hingga jam 5 sore. Habis atau tidak habis, jam 5 tetap pulang. Dari jualan keliling ini, saya bisa meraup omzet Rp 1 juta per harinya,” tukas Rina.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler