Rutan Solo Overload, Gibran Berencana Pindahkan Warga Binaan ke Luar Daerah

BETANEWS.ID, SOLO – Kepala Rutan Kelas 1 Solo Urip Dharma Yoga mengungkapkan bahwa penghuni rutan telah melebihi kapasitas hingga 200 persen. Saat ini, warga binaan yang ada di tempat tersebut jumlahnya 635 orang dari kapasitas normal yakni 293 orang.

“Rutan Kelas I Solo ini menampung tiga wilayah hukum, yakni Solo, Sukoharjo, dan Karanganyar. Semua pelaku tindak pidana masuk Solo,” ujarnya, Rabu (16/9/2021).

Dengan jumlah penghuni yang overload itu, Urip mengatakan bahwa antisipasi seperti kontrak keliling, pegecekan instalasi listrik, serta kamar yang berpotensi menimbulkan api selalu dikontrol.

-Advertisement-

Baca juga: Gibran Tengok Rutan di Solo yang Punya Usaha Konveksi Hasil Kerjaan Warga Binaan

“Jadi kami tetap melakukan pemeriksaan dan pengecekan berkala. Beberapa Jam sekali setiap dua jam sekali tugas kontrol koordinasi damkar dapat 8 unit APAR,”ujarnya.

Urip juga mengatakan bahwa para narapidana dipindahkan ke lapas setiap bulannya sesuai dengan arahan pimpinan wilayah ataupun pusat. Usai berbincang-bincang dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Urip akan berkoordinasi dengan kepala daerah se-Solo Raya jika di Solo sudah tidak ada tempat.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengakui jika kondisi rutan di Solo memang telah over capasity atau melebihi kapasitas.

“Kita berencana harus direlokasi yang lebih luas dan layak. Sudah over capacity soalnya,” ujarnya.

Baca juga: Kembali Diisukan Maju di Pilgub DKI Jakarta, Gibran : ‘Saya di Solo Aja’

Usulaan relokasi rutan ini, lanjut Gibran, dilakukan untuk menghindari adanya kejadian yang tak diinginkan seperti di Lapas Tangerang beberap waktu lalu.

Selanjutnya, Gibran berencana akan melakukan koordinasi dengan kepala daerah sekitar terkait pemindahan narapidana tersebut. Dirinya mengusulkan pemindaah rutan ke luar kota Solo.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER