31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

Pemprov Jateng Akan Bangun Factory Sharing Furnitur di Solo, Ini Manfaatnya Bagi UKM

BETANEWS.ID, SOLO – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Solo Raya sebentar lagi akan mempunyai ruang produksi bersama. Tempat bernama Factory Sharing Furnitur itu digagas untuk memastikan pasokan, kualitas bahan baku, dan standardisasi produk dapat memenuhi kualifikasi pasar.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan, dengan pasokan bahan baku dan standardisasi,  produk UKM diharapkan memenuhi kualifikasi pasar. Baik untuk pasar lokal maupun manca negara. 

“Rencananya, akan didirikan di (wilayah) Solo Raya. Yang memungkinkan di Klaten dan Sragen,” ucap Ema, seusai menjadi narasumber di rangkaian acara UKM Virtual Expo 2021 sesi dua, di Gedung Bank Jateng Surakarta, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: UKM Virtual Expo 2021 Pasarkan 4.159 Produk dari 407 UMKM dan Koperasi

Saat ini, pihaknya terus mempersiapkan UKM dan Koperasi, di wilayah yang nantinya akan didirikan fasilitas tersebut. Termasuk juga soal kesiapan pembiayaan dan manajerial factory sharing furnitur di Solo Raya. 

“Kalau untuk beroperasinya belum tahu. Kami kejar persiapannya terutama visibilitas studi, jangan sampai dibuat tapi tidak digunakan. Terutama (manfaat) bagi lingkungan dan UKM sekitar. Mudah-mudahan 2023 sudah jalan, karena factory sharing kan harus ada manajerialnya juga supaya tidak asal-asalan,” ungkapnya.

Selain factory sharing di bidang furnitur, Ema juga mengungkapkan, fasilitas itu rencananya akan dibuat untuk sektor lain. Seperti beras di Demak, Fesyen di Rembang dan Logam di Tegal.

Senada, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Arif Sambodo mengatakan, factory sharing adalah bentuk hadirnya pemerintah untuk masyarakat. Ia mengaku siap mendukung pendirian fasilitas tersebut.

“Dukungannya adalah untuk proses standardisasi khususnya SNI (Standardisasi Nasional Indonesia). Ada salah satu instalasi kita yang bisa menjadi bagian dari proses produksi,” ucapnya.

Baca juga: Produk Furnitur Jateng Banyak Diminati Pasar Belgia dan Jepang

Terkait orientasi ekspor, Arif menyebut juga akan mendukung, karena saat ini banyak negara yang memberikan bebas bea masuk bagi produk Indonesia.

“Permintaan ekspor kita dari Januari-Juli juga meningkat 26 persen dari tahun lalu. Ini harus kita dorong dengan pendirian factory sharing untuk memenuhi kebutuhan furnitur,” ujarnya.

Dukungan juga mengemuka dari Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Irianto Harko Saputro. Ia mengaku siap mendukung dengan menyediakan pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah, dengan berbagai produk kredit. Mulai kredit KUR, Kredit Milenial dan sebagainya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER