NU Care Lazisnu Kudus Serahkan 300 Sepeda untuk Anak Yatim Piatu

BETANEWS.ID, KUDUS – NU Care Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) membagikan 300 sepeda kepada anak yatim dan yatim piatu di Kudus. Kegiatan yang sudah berlangsung sejak 2019 lalu ini merupakan hasil pengumpulan santunan dari para donatur.

Ketua NU Care Lazisnu Kudus, HM Ihdi Fahmi Fanani mengatakan, mereka yang mendapatkan santunan berasal dari seluruh ranting NU di tiap kecamatan di Kudus. Setiap ranting di masing-masing kecamatan mendapat dua jatah anak yang akan diberikan sepeda.

Beberapa anak yatim piatu di Kudus saat antre menerima hadiah dari NU Care Lazisnu. Foto: Nila Rustiyani.

“Alhamdulillah yang kami bisa salurkan selalu meningkat setiap tahunnya. Ini menjadi semangat Lazisnu untuk kemaslahatan umat. Untuk tahun ini ada 300 sepeda yang kita salurkan, sebelumnya ada 150 sepeda. Harapannya setiap tahun bisa naik,” terang Fahmi, Selasa (28/9/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Risma Beri Bantuan Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19

Santunan sepeda ini, dikatakan Fahmi juga sebagai bentuk perhatian PCNU Kudus dalam memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yang terdampak pandemi, terutama anak-anak yang orangtuanya sudah meninggal.

“Lazisnu Kabupaten Kudus turut prihatin kepada anak-anak yatim yang ditinggal wafat bapaknya di masa pendemi ini. Kita ingin membagi kebahagiaan kepada mereka di situasi seperti ini,” terangnya.

Harapan dari pemberian sepeda gratis ini, bisa dimanfaatkan anak-anak untuk bersekolah, mengaji, les, atau kegiatan lainnya. Apalagi sekarang pembelajaran tatap muka (PTM) sudah mulai dilakukan.

“Program ini juga dalam rangka mempersiapkan anak-anak yang akan masuk sekolah,” katanya.

Baca juga: 18 Anak Yatim Piatu di Kudus Dapat Beasiswa Pendidikan dari Polres Kudus

Sementara itu, salah seorang penerima santunan Fiqy Lestari Indah Kirani (10) merasa senang. Sebab mendapatkan sepeda baru yang bisa dimanfaatkan untuk pergi ke sekolah dan pergi mengaji.

“Seneng, ini nanti dibuat pergi sekolah dan mengaji. Soalnya jarak rumah sama sekolah jauh,” kata siswi kelas 6 SD 2 Garung Kidul tersebut.

Begitupun dengan Muhammad Reza Sirril Wafa. Anak kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Cranggang itu merasa senang pula. Sepeda rusak yang biasanya ia gunakan pergi sekolah, kini berganti. Ia bisa berangkat ke sekolah dan ngaji dengan sepeda barunya.

“Di rumah punya sepeda, tapi rusak. Ini nanti mau tak buat pergi ke sekolah, soalnya dari rumah ke sekolah jauh,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER