31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaSOLONadiem Sebut Fleksibilitas...

Nadiem Sebut Fleksibilitas Kurikulum Pembelajaran Bisa Jadi Cara Cepat Eksplor Talenta Siswa

BETANEWS.ID, SOLO – Fleksibilitas kurikulum pembelajaran dinilai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim sebagai salah satu bentuk merdeka belajar. Selain itu, menurutnya hal tersebut juga cara cepat untuk mengeksplor talenta anak-anak yang mempunyai passion di bidang digital.

Seperti halnya pada SMKN 5 dan SMKN 6 Solo yang fokus di bidang digital marketing dan SMKN 2 Solo yang berfokus di bidang coding juga software. Menurut Nadiem, skill digital dapat diserap secara multinasional.

Baca juga : Tak Ingin Siswa Stres, Nadiem Imbau Daerah PPKM Level 1-3 Segera Gelar PTM

- Ads Banner -

“Jadi nggak kenal geografi, orang orang dari luar negeri bisa meminta coding, talenta coding dari Indonesia atau animator atau konten kreator. Jadinya mereka bisa kerja untuk siapapun di dunia, itulah enaknya kerja digital,” ujarnya, Senin (13/8/2021).

Adapun salah satu cara tercepat untuk mengeksplor kualitas talenta tersebut, Nadiem menyebutkan dengan memperbesarkan program-program digital, baik di SMK bahkan di SMA. menurutnya hal itu juga dapat meningkatkan kesejahteraan anak-anak yang punya passion di bidang digital.

“Itulah harapannya kenapa kita harus memberikan fleksibilitas dalam kurikulum. Kita memberikan ruang kemerdekaan bagi kepala sekolah, bagi para guru untuk bereksperimentasi dengan berbagai macam jenis proses pembelajaran. Itu esensi daripada merdeka belajar yang sudah digaungkan dari zaman proklamasi oleh Ki Hajar Dewantara. Merdeka belajar itu lahirnya dari situ, konsepnya untuk memerdekakan masyarakat Indonesia dari berbagai macam penjajahan,” ujarnya.

Nadiem menyebut, dengan memerdekakan kepala sekolah, guru, dan juga kurikulum, maka hal tersebut bisa memberikan mereka opsi dan pilihan, untuk benar-benar menjadikan SDM yang unggul. Bukan hanya suatu visi, namun suatu realitas

“Arahan dari Pak Presiden itu adalah visinya untuk kita, bukannya bergerak ke depan hanya jalan saja, beliau ingin kita melakukan suatu lompatan, terobosan dan talenta digital menjadi salah satu pilar terpenting. Kita lompat, jangan kita ngejar aja ketertinggalan, kita harus lompat untuk mencapai itu,” tuturnya.

Kendati demikian, Nadiem mengatakan bahwa perubahan kurikulum tetap harus dipersiapkan ruang kebijakan dan ruang pelatihan. Untuk itu, saat ini kurikulum yang diprototypekan hanya di sekolah unggulan, agar memiliki banyak pelatih dan mentor.

“Harapannya sekolah penggeraknya nanti bisa juga mementor sekolah-sekolah lain, agar kita nggak kehabisan orang untuk ngelatih,” ungkapnya.

Baca juga : Lancar Jawab Pertanyaan Ganjar, Siswa di Klaten Ini Tak Menyangka Dapat Hadiah Laptop

Nadiem menyebutkan, bahwa untuk mengejar ketertinggalan tersebut, perlu adanya penyederhanaan kurikulum serta membuatnya lebih fleksibel.

“Kuncinya adalah fleksibikitas, hanya guru dan kepala sekolah yang tahu apa yang dibutuhkan oleh murid-muridnya, bukan saya, bukan kepala dinas, bukan pemda. Jadi mereka yang harus diberikan kemerdekaan, mereka yang harus dikasih sumber daya untuk melakukan yang terbaik buat muridnya,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler