31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaKUDUSDua Pekan Wisata...

Dua Pekan Wisata Religi Dibuka, Ribuan Peziarah Datangi Makam Sunan Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua pekan setelah wisata religi di Kabupaten Kudus dibuka, ribuan peziarah dari berbagai dearah mendatangi Makam Sunan Kudus. Koordinator Terminal Bakalankrapyak Rossikan mengatakan, sejak dibuka 28 Agustus 2021 lalu, sampai saat ini sudah ada 141 bus yang masuk ke terminal yang berada di Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu tersebut.

“Sampai pagi ini total ada 141 bus peziarah yang terpantau masuk dan parkir di terminal. Hari ini saja baru ada dua bus. Ini masih termasuk sepi, beda dari sebelum pandemi,” katanya, Jumat (10/9/2021).

Menurut Rossikan, paling banyak bus masuk terjadi pada Minggu (5/9/2021) dengan 28 bus. Rinciannya 23 bus di pagi hari, 5 bus saat siang, dan 1 bus waktu malam hari.

- Ads Banner -

“Itu waktu weekend memang ada peningkatan, tapi pas hari biasa sepi. Paling rata-rata dua bus,” sambungnya.

Baca juga: Terminal Bakalankrapyak Dibuka Kembali, Bus Peziarah Mulai Berdatangan

Peziarah itu rata-rata berasal dari luar Jawa Tengah. Seperti di hari ini, dari pantauannya, ada satu bus yang membawa peziarah dari Bojonegoro Jawa Timur.

Menurutnya, mulai masuknya bus ke terminal tak lepas dari kebijakan Pemkab Kudus memberikan pelonggaran terkait pembukaan tempat wisata. Seiring kasus Covid-19 di Kudus yang semakin menurun.

Untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19, pihak terminal menegaskan agar para peziarah yang datang taat protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

“Kita sediakan tempat untuk cuci tangan. Prokes harus ketat dilakukan,” tegas Rossikan.

Namun, dalam memeriksa peziarah yang datang, petugas di terminal tidak mengecek apakah peziarah sudah divaksin atau belum. Melihat jumlah peziarah yang tidak terlalu banyak, tidak memungkinkan jika peziarah yang belum divaksin untuk meninggalkan lokasi.

“Yang terpenting memang prokes. Kalau dibarengi dengan sertifikat vaksinasi, sedikit susah,” ungkapnya.

Baca juga: Pengunjung Tempat Wisata di Kudus Belum Diwajibkan Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

Hal serupa juga diungkapkan Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah. pihaknya mengatakan, sertifikat vaksin bagi pengunjung tempat wisata bukan menjadi syarat utama.

“Wisatawan wajib sudah divaksin, di kami belum menerapkan itu. Karena saat ini masyarakat belum mendapatkan vaksin secara penuh. Tapi kita tetap coba, tiap pengunjung kita antisipasi, kita tanya. Diutamakan memang yang sudah vaksin masuk tempat wisata,” kata perempuan yang sering disapa Tika tersebut.

Selama tempat wisata buka, dari pantauan Disbudpar, semuanya berjalan dengan lancar. Para pelaku wisata taat mengingatkan pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan. Pihak dinas pun tetap mengontrol dan mengawasi tempat wisata selama buka.

“Hasil pantauan kami, memang ada yang abai prokes. Sekitar 20 persen, pengunjung maupun pengelola wisata. Tapi kami terus mengontrol dan mengawasi agar prokes benar-benar dilakukan sesuai instruksi Bupati, instruksi gubernur, maupun instruksi menteri dalam negeri, secara maksimal,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler