31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaSEMARANGVaksin Jadi Syarat...

Vaksin Jadi Syarat Berwisata di Semarang, Pengelola Curug Gondoriyo: ‘Yang Penting Buka’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Vaksin yang dijadikan syarat wisatawan untuk masuk ke daerah wisata di Kota Semarang ternyata disambut baik oleh pegiat wisata. Menurut mereka, kebijakan pelonggaran dengan syarat vaksin ini lebih baik daripada harus tutup selama pemberlakuan PPKM.

Pengelola Curug Gondoriyo Semarang, Supriyanto (58) menyatakan setuju dengan peraturan vaksin dijadikan syarat untuk memasuki tempat wisata demi menekan persebaran Covid-19.

“Ya kalau itu saya setuju agar bisa menekan angka pandemi biar tak mudah berkembang lagi. Yang penting buka,” jelasnya saat ditemui di Curug Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (24/8/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Sejumlah Daerah di Jateng Turun Level, Ganjar Izinkan Wisata Dibuka, Tapi..

Untuk itu, dia menekankan agar wisata yang datang ke Curug Gondoriyo untuk patuh protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

“Kita sudah siapkan tempat untuk cuci tangan. Kalau masuk sini juga harus bawa masker,” ujarnya.

Dia menjelaskan, selama PPKM wisata Curug Gondoriyo benar-benar sepi. Wisatawan yang datang dalam satu hari bisa dihitung dengan jari. Rata-rata per hari wisatawan yang datang hanya 1-2 orang.

“Untuk itu, saya minta agar wisatawan tetap taat dengan protokol kesehatan agar wisata di sini tetap eksis,” harapnya.

Baca juga: Anggota DPRD Jateng Kritik Vaksin Dijadikan Syarat Masuk Objek Wisata

Curug Gondoriyo merupakan tempat wisata yang menyajikan panorama alam yang ciamik. Curug tersebut didesain untuk wisata malam dengan beberapa lampu di sepanjang jalan yang bisa untuk berfoto.

“Kita memang konsen wisata alam malam ada Curugnya, fosil kayu jati dan batu tumpang. Akses jalan juga sudah diperbaiki,” ujarnya.

Dia berharap, pandemi Covid-19 segera berlalu agar wisata Curug Gondoriyo bisa dibuka seperti sebelum pandemi. Pasalnya, banyak warga sekitar yang bergantung pada wisata tersebut.

“Wisata ini memang dikelola oleh warga sendiri,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler