31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaEkonomiTak Ada Pameran...

Tak Ada Pameran Sejak Pandemi, Penjualan Bonsai Komunitas B3 Turun 50 Persen

BETANEWS.ID, KUDUS – Di pekarangan taman yang berada di Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, terlihat banyak tanaman bonsai dengan aneka bentuk dan jenis. Beberapa pria di sana, tampak ada yang menggunting ranting, menyiram, dan pekerjaan lain. salah satu pria yang ada di sana adalah Fahrul Rozi (46), Ketua Komunitas Budi Daya Bonsai Bersama (B3).

Di tengah kesibukannya merawat bonsai itu, Fahrul bercerita kepada betanews.id, soal pejualan bonsai yang terjun hingga 50 persen. Menurutnya, penurunan ini karena adanya pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tak kunjung usai.

“Karena penjualan saya lebih fokus di offline, jadi dulu penjualannya sering ketika ada pameran. Nah, kalau PPKM seperti ini ya sudah, penjualan jadi semakin sepi,” ucapnya, Kamis (19/8/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Bonsai-Bonsai Cantik di Komunitas B3 Kudus Ini Pelanggannya dari Berbagai Provinsi

Jika biasanya ia bisa meraup omzet yang sangat menguntungkan dari penjualannya, kini ia hanya bisa mengantongi sekitar Rp 2 juta saja per bulannya.

“Dulu penghasilannya lumayan lah. Tapi sekarang karena pandemi hanya bisa dapat omzet seperti gaji UMR,” ujar Fahrul.

Meski penjualan tidak sebagus saat sebelum pandemi, tetapi fahrul tetap semangat untuk mencari bonsai dan membudidayakannya. Bahkan, sekarang Fahrul membudidayakan jenis bonsai yang sedang naik daun, yaitu bonsai anting putri, waru jepang, dan cemara sinesis.

“Meski sepi, saya tetap up to date dengan jenis-jenis bonsai yang lagi kekinian,” ungkapnya.

Baca juga: Sering Kewalahan dan Sehari Laku Puluhan, Sam Ingin Bonsai Kelapanya Go International

Bonsai-bonsai yang ditawarkan oleh Fahrul harganya pun sangat variatif, yaitu mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta. Menurutnya, mahal murahnya bonsai itu tergantung dari kematangannya. Jadi meski kecil tetapi jika tingkat kematangannya bagus, harganya juga bisa mahal.

“Bonsai yang dapat dikatakan matang sempurna yaitu harus mempunyai bentuk gerak dasar, mempunyai percabangan, anak cabang, perantingan, anak ranting, dan cucu ranting,” tutup Fahrul.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler