31 C
Kudus
Selasa, September 29, 2020
Beranda Business Sering Kewalahan dan...

Sering Kewalahan dan Sehari Laku Puluhan, Sam Ingin Bonsai Kelapanya Go International

BETANEWS.ID, KUDUS – Ulur Rochim (37) tampak sibuk dengan berbagai macam tunas kelapa, pagi itu. Tanaman yang terjejer di teras rumahnya di Dukuh Ngemplak Wetan RT 3 RW 8, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu memang tak pernah luput dari perhatiannya. Tanaman tersebut yakni bonsai kelapa yang banyak peminat.

Menurut pria yang akarb disapa Sam, bonsai kelapanya itu memang unik dan sangat menarik sehingga diminati banyak orang. Bahkan, tak jarang ia kewalahan dan kehabisan setok bonsai kelapa. Sebab proses untuk membuat bonsai kelapa butuh waktu yang lumayan. Untuk tumbuh tunas saja, butuh waktu sekitar 120 hari atau empat bulan. Jika pada rentang waktu tersebut tunas tidak tumbuh, berarti bisa dipastikan mati atau gagal.

Sam sedang merawat tanaman bonsai kelapa di rumahnya, Sabtu (1/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Tumbuh tunas saja itu sebenarnya sudah laku, dengan harga paling murah Rp 30 ribu. Namun untuk tumbuh batang kelapanya itu prosesnya lama lagi. Apalagi kalau proses penyayatan bisa tambah berbulan-bulan lagi,” bebernya kepada Betanews.id, Sabtu (1/7/2020).

Di tempatnya, dirinya menyediakan bibit dan bonsai kelapa beraneka jenis. Antara lain, jenis kelapa sayur, kelapa genjah hijau, kelapa genjah minion hijau, kelapa coklat, kelapa wulung, dan kelapa kopyor.

Baca juga: Bonsaiku, Jual Bonsai Cantik Harga Menarik

“Untuk harga sangat bervariasi. Mulai Rp 30 ribu sampai Rp 200 ribu. Harga tergantung uniknya akar dan batangnya,” jelasnya.

Dalam sehari, ia bisa menjual 10 hingga 15 pohon bonsai kelapa. Jumlah tersebut untuk penjualan di hari biasa. Kalau hari Jumat dan Ahad penjualan meningkat jadi 30 hingga 40 pohon.

“Pelanggan saya sudah banyak. Selain orang Kudus ada juga yang datang dari Jepara, Demak, Purwodadi, dan Pati. Beberapa kali saya juga kirim ke Semarang, Madiun, bahkan ke Pulau Sumatera,” tutup Sam.

Bonsai kelapanya sebenarnya banyak diminati warga manca negara. Namun, karena tidak bisa berbahasa Inggris, transaksi penjualannya pun tak pernah berhasil.

Baca juga: Meraup Untung dari Bisnis Bonsai

“Beberapa kali memang ada peminat dari luar negeri, di antaranya warga Thailand, India, dan Amerika. Namun kendalanya itu saya tidak bisa bahasa Inggris, jadi nggak bisa jelasin dan lainnya. Serta saya juga belum bisa cara pengirimannya,” ungkapnya.

Saat ini, dirinya sedang mempelajari bahasa Inggris dan proses pengiriman, termasuk selalu meningkatkan kemampuannya dalam membuat bonsai. Itu dilakukannya agar kelak bonsai kelapanya  bisa benar-benar go international.

“Semoga kelak bonsai kelapaku ini tidak hanya merajai pasar domestik. Tapi juga bisa ekspor beneran,” harapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

26,043FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,293PengikutMengikuti
19,146PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Ribuan Kue Bolang-Baling Nyah Kobong Terjual Setiap Hari, Benar-Benar Legendaris

BETANEWS.ID, KUDUS - Beberapa orang terlihat antre di samping etalase yang ada di rumah tepi Jalan Johar, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Di...

Hanya dengan Rp 56 Ribu Sudah Bisa Nabung Emas di Pegadaian, Ini Caranya

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah emas batangan tampak di etalase yang berada di Kantor Pegadaian Kudus. Dua orang pria di sana terlihat sedang...

Tak Patah Semangat Berkali-kali Bangkrut, Ardi Temukan Kesuksesan di Resto Ulam Sari

BETANEWS.ID, KUDUS - Beberapa mobil dan motor tampak terjajar di area parkir restoran di tepi utara Jalan Museum Kretek, Desa Getas Pejaten,...

Terbaru! Wisata River Tubing di Cengkir Manis yang Siap Pacu Adrenalinmu

BETANEWS.ID, KUDUS - Puluhan orang tampak mengunjungi Wisata Cengkir Manis, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Mereka terlihat memanfaatkan fasilitas yang ada...

Ganjar Sepakat Kasus Dangdutan di Kota Tegal Diproses Pidana

BETANEWS.ID, SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta Polri untuk memproses penyelenggara konser dangdut di...

Antisipasi Klaster Perkantoran, Hartopo: ‘Seluruh Pegawai Kantor Sekda WFH Seminggu’

BETANEWS.ID, KUDUS - Satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN) meninggal dan enam orang lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis (24/9/2020). Ketujuh orang...

Beli Piaggio atau Vespa di Kharisma Kudus Bulan Ini Langsung Dapat Voucher Jutaan Rupiah

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah motor matic bertuliskan Vespa dengan varian cat warna-warni terlihat di Diler Kharisma Kudus, Jalan Ahmad Yani No 126,...