BETANEWS.ID, SEMARANG – Beberapa pakar memprediksi dalam kurun 50 tahun yang akan datang, pesisir Kota Semarang akan tenggelam. Pengambilan air tanah yang berlebihan disebut jadi sebab penurunan muka tanah atau land subsidence.
Menanggapi hal itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, persoalan penurunan muka tanah sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 1980-an. Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat tak usah panik.
“Persoalan penurunan permukaan tanah ini memang sudah terjadi kisaran tahun 1980-an,” jelasnya, Jumat (13/8/2021).
Baca juga: Nelayan Gusar Sampah Banjiri Kampung Tambakrejo, Perahu Banyak yang Rusak
Menurutnya, permasalahan land subsidence sudah terjadi sejak 40 tahun yang lalu. Sampai saat ini, Pemerintah Kota Semarang sudah menyiapkan beberapa opsi untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. “Pemkot Semarang sudah siap siaga mengatasi itu,” ujarnya.
Pompanisasi merupakan sala satu cara yang dilakukan oleh Pemkot Semarang untuk mengantisipasi banjir yang disebabkan land subsidence. Soalnya, penurunan muka tanah mengakibatkan beberapa lokasi lebih rendah dibanding permukaan laut.
“Kita antisipasi dengan lakukan pompanisasi semua sungai terutama di sungai Semarang sehingga tidak ada air masuk ke daratan,” terangnya.
Saat curah hujan tinggi, pihaknya berupaya mencegah terjadinya luapan air dengan memperbaiki saluran-saluran drainase. Meski dia mengakui, jika drainase tersebut juga sempat bocor.
Baca juga: Studio Foto Legendaris di Kota Lama Ini Jadi Tempat Abadikan Cinta Sesaat ABK dan PSK
“Kemarin banjir akibat curah hujan yang sangat tinggi. Kita sudah perbaiki kembali saluran-saluran drainase yang sempat bocor karena perilaku masyarakat sendiri. Ada sampah yang menumpuk di saluran,” katanya.
Sementara itu, pakar dan peneliti geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Heri Andreas mengatakan, daerah seperti Demak, Pekalongan, dan Semarang akan tenggelam. Tiga daerah tersebut mempunyai kecepatan penurunan tanah yang berbeda-beda setiap tahun.
“Jadi untuk Demak bagian barat yang berbatasan dengan Semarang sekitar 10 sampai 18 sentimeter per tahun, semakin ke timur itu semakin mengecil,” tandas Heri.
Editor: Ahmad Muhlisin

