31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Nelayan Gusar Sampah Banjiri Kampung Tambakrejo, Perahu Banyak yang Rusak

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kampung Laut Tambakrejo, Kota Semarang bak lautan plastik. Warga setempat tak tahu pasti dari mana asal sampah plastik yang berada di kawasan tersebut. Yang pasti, sampah plastik tersebut  membuat warga gusar karena mengganggu aktivitas warga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.

Salah satu nelayan, Marzuki mengatakan, akibat sampah plastik tersebut membuat  banyak nelayan yang merugi. Banyak jaring nelayan jebol yang disebabkan sampah plastik yang ikut tersangkut.

“Selain membuat jaring nelayan jebol, sampah plastik tersebut membuat perahu nelayan pada macet karena menyangkut di baling-baling perahu,” jelasnya saat ditemui di rumahnya, Senin (24/5/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Sebulan Lebih Terendam Banjir Rob, Warga Tambaklorok Tagih Janji Hendi Saat Kampanye

Dirinya merasa kebingungan dengan fenomena sampah yang ada di sepanjang bibir sungai hingga laut itu. Pasalnya, jika memang sampah warga Tambakrejo tak mungkin jika jumlahnya sebanyak itu.

“Kalau dari warga tak mungkin sebanyak itu, apalagi setiap satu hari satu kali pasti sampah di permukiman warga dibersihkan,” ujarnya.

Tak jarang ketika pergi melaut, dia melihat banyak ikan yang terjebak di sampah plastik. Tak terhitung ikan yang tak sengaja masuk ke plastik hingga tak bisa keluar. Jika dibiarkan ikan-ikan tersebut bakal mati di dalam plastik.

“Kalau ikan makan plastik tidak namun kalau ikan masuk plastik sering. Jadi seperti ikan bandeng itu sering masuk-masuk itu ke pastik dan kejebak. Itu kalau tak tertolong bisa mati di dalam plastik itu,” katanya.

Berdasarkan pengamatannya, volume sampah plastik yang datang ke kampung laut akan semakin banyak ketika kondisi hujan atau banjir. Biasanya, banyak sampah yang hanyut dan berhenti di muara sungai hingga pesisir laut.

Baca juga: Lama Tak Diperbaiki Pemerintah, Warga di Semarang Iuran Buat Jembatan Sendiri

“Kalau banjir itu pasti banyak sampah yang datang. Nanti kalau banjir coba datang ke sini,” paparnya.

Menurutnya, sampai saat ini Pemerintah Kota Semarang belum pernah antisipasi permasalahan sampah di Kampung Laut. Hal itu ditandai dengan jarangnya instansi terkait yang datang ke Tambakrejo untuk melihat sampah-sampah tersebut.

“Antisipasi dari pemerintah  belum ada. Kalau ada pastinya ada instansi yang bekerja di sana. Sampai sekarang tak ada. Belum pernah ada yang menanggulangi atau mengupayakan,” tutup Marzuki.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER