BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam situs resmi laman corona.jateng.go.id, kasus aktif Covid-19 di wilayah Kabupaten Kudus terus mengalami penurunan. Data pada Kamis (5/8/2021) pukul 12.00 WIB, kasus aktif sebanyak 177 kasus, dengan angka kematian 2 orang dan kesembuhan 32 orang.
Tren penurunan kasus ini terus dipertahankan oleh Pemkab Kudus. Upaya memutus rantai penyebaran kasus Covid-19 juga terus dilakukan. Bupati Kudus Hartopo terus memperketat penegakan protokol kesehatan di tingkat RT maupun RW.
Baca juga : Kasus Covid di Kudus Terus Menurun, Tingkat Ketaatan Prokes Juga Disebut Ikut Turun
Hartopo menyebut, dirinya sudah berkoordinasi dengan Asisten 1 dan meminta agar setiap camat bisa saling bekerja sama dengan kepala desa maupun lurah untuk terus melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro. Begitupun bersama dengan tim Jogo Tonggo, untuk bisa selalu memantau perkembangan kasus Covid-19.
“Upaya supaya tidak ada lonjakan kasus, kemarin saya sudah ngomong dengan Asisten 1 sebagai Ketua Harian Covid-19. Untuk penanganan covid ini supaya bisa dikoordinasikan dengan camat dan desa. Jadi kepala desa ini segera untuk koordinasi dengan RT/RW. PPKM Mikro ini, bagaimana RT bisa menjadi ketua satgas yang ada di RT nya. Di situ ada jajarannya, ada sekretaris, ada bendahara. Sekretaris ini untuk mengupdate setiap hari perkembangan kasus Covid-19,” kata Hartopo, Jumat (6/8/2021).
Kepada bendahara, Hartopo berharap, juga bisa bekerja sama dengan Tim Jogo Tonggo untuk mengumpulkan donasi. Tujuannya untuk membantu warga yang sedang isolasi mandiri. Bisa dengan memberikan makanan atau vitamin. Sekaligus membantu warga yang kurang mampu.
Dengan kerja sama yang kuat tim satgas di tingkat RT, hal itu menurutnya bisa membuat angka kasus covid terus menurun.
“Ini akan kita perketat. Jadi memang kalau di RT itu sudah terbentuk satgas, sebagai Ketua Satgas Pak RT nya dan jajarannya ikut terlibat semuanya. Tentunya untuk memantau wilayah yang paling kecil, itu saya kira mampu,” terangnya.
Sementara dari pantauan yang dilakukan, Hartopo menjelaskan, bahwa tingkat ketaatan warga Kudus terkait protokol kesehatan sedikit mengalami penurunan. Padahal di Bulan Juni 2021 ketika kasus aktif di Kudus sedang tinggi ketaatan prokes warga meningkat.
Berkurangnya tingkat kedisiplinan prokes, jelas Hartopo dikarenakan ada sebagian warga yang merasa sudah aman setelah divaksin.
Baca juga : Presiden Jokowi Kirim Tenaga Ahli KSP untuk Belajar Keberhasilan Kudus Tangani Covid-19
“Jadi harus dipahamkan betul, bahwa vaksinasi ini adalah untuk membentuk antibodi. Jadi ketika terpapar tidak ada gejala yang berat, itu aja tujuannya,” terang Hartopo.
Selain itu, Hartopo juga terus mengadakan operasi yustisi terkait protokol kesehatan. Terutama di lingkungan desa, termasuk di setiap RT yang harus betul-betul terpantau.
“Ketika memang ada warganya yang selalu keluar tidak pakai masker ya memang harus diingatkan,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

