31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaKulinerJasuke Kampus, Jajanan...

Jasuke Kampus, Jajanan Hits di Depan UMK yang Laku 100 Cup Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – Di depan Universitas Muria Kudus (UMK), terlihat beberapa penjual jajanan yang ramai dikerubuti pembeli. Salah satu gerobak yang ramai itu adalah Jasuke Kampus. Di lapak berwarna kuning itu, seorang pria terlihat begitu cekatan menyiapkan pesanan pembeli. dia adalah Rikat Khoirul Umam (20), Penjual Jasuke Kampus.

Rikat menjelaskan, usaha yang dirintis 12 Maret 2021 lalu itu kini sudah banyak diminati warga dari semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Setiap harinya, ia bisa menjual hingga 100 cup, atau habiskan bahan baku jagung sebanyak 25 sampai 30 kilogram.

Rikat sedang membuat jasuke pesanan pembeli. Foto: Kaerul Umam.

“Hitungan cup itu dari dua tempat yaitu di depan UMK dan depan lapangan Desa Rendeng. Kalau di UMK buka dari pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB, di lapangan Rendeng mulai 16.00 WIB hingga 21.00 WIB,” bebernya, Selasa (27/7/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Enak dan Harga Ekonomis, Susu Nusantara Laris Manis Meski Baru Buka Sepekan

Dalam penjualannya itu, ia menyediakan berbagai varian rasa, meliputi rasa orisinal, susu-keju-balado, susu-keju-BBQ, susu-keju-chocolatos, susu-keju-jagung manis, susu-keju-mesesseres, susu-keju-oreo, susu-keju-pedas manis, susu-keju-sapi panggang, susu-keju-saus pedas, dan susu-keju-jagung bakar.

“Untuk harga sesuai dengan cup yang tersedia, untuk toping bebas memilih. Cup normal harga Rp 6 ribu, cup jumbo Rp 8 ribu, dan cup ekstra jumbo Rp 10 ribu,” rinci anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Tak hanya berjualan di lapak, ia juga menjualnya lewat Instagram @jasukekampus, dan juga melayani pemesanan melalui WhatsApp di nomor 0858 0904 2682.

Baca juga: Sempol Khas Malang Ini Ramai Diburu Pembeli, Empat Jam Ludes

Rikat menceritakan, usaha kuliner itu ia jalankan sembari kuliah di IAIN Kudus. menurutnya, dengan mencoba berjualan itu, ia ingin menghasilkan uang secara mandiri.

“Selain belajar berbisnis, karena ingin mengisi waktu luang yang selama ini pembelajaran melalui daring,” tutur mahasiswa semesetre 5 itu.

Dia berharap, dengan berjalannya waktu, ia bisa konsisten di bidang usaha tersebut. Kemudian juga bisa berkembang pesat di dalam kota maupun luar kota.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler