31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Dari Bisnis Tisane, Siwi Bisa Hasilkan Banyak Duit dari Rumah

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan terlihat sedang mencampurkan satu per satu bunga kering, seperti bunga mawar, bunga melati, dan rosella menjadi satu. Setelah tercampur, ia pun memasukkan bunga kering itu ke dalam wadah kaca bening. Ia adalah Siwi Agustina (33) pemilik Palastra Tea.

Ditemui di kediamannya yang berada di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Siwi menceritakan awal mula bisnis Tisane sejak 2020 lalu. Siwi menjelaskan, tisane adalah minuman yang terbuat dari bunga kering yang diseduh. 

Racikan Tisane dari bunga kering yang siap dijual oleh Siwi. Foto: Kartika Wulandari.

Ide awal bisnis tersebut bermula dari kecintaan keluarganya pada minuman favorit orang Jepang tersebut. Untuk jenis bunga yang digunakan biasanya ada bunga rosella, lavender, chamomile, mawar, melati, safflower, mint, dan telang.

-Advertisement-

“Kalau untuk dikonsumsi sendiri sudah sejak 2019. Tetapi untuk belajar meracik tahun 2020, dan baru berani menjual tiga bulan yang lalu,” ujarnya, Senin (09/8/2021).

Baca juga: Berawal dari Upayanya Turunkan Kolestrol, Tiwul Buatannya Kini Justru jadi Bisnis Menjanjikan

Kemudian setelah belajar melalui webinar, wanita asal Yogyakarta itu pun menjual racikan tisanenya melalui media sosial Instagram @Palastratea. Ternyata, setelah diposting itu, respon masyarakat cukup bagus dan banyak yang tertarik.

“Untuk di Kudus, ini masih hal baru. Alhamdulillah responnya cukup positif,” tambah Ibu anak dua anak itu.

Dalam penjualannya, Siwi menyediakan sembilan macam racikan, di antaranya sweet memories, sunset after rain, stay with me, feeling, rossy rose, breathe, time to remember, dan the sea in your eyes. Produknya ini dikemas dalam bentuk tubruk dan kantong dengan harga sama yaitu Rp 18 ribu dan bisa bertahan hingga setahun.

“Setiap racikan yang saya buat, sudah punya manfaat masing-masing, sesuai bunga apa yang digunakan,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Pasangan Muda yang Pilih Jadi Petani Milenial, Kembangkan Sayuran Hidroponik

Masih kata Siwi, selain di Kudus, penjualan tisane racikannya sudah sampai ke beberapa daerah seperti Jambi, Lampung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Madura, Sulawesi, dan Medan. Omzet yang ia dapatkan setiap bulannya antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

“Untuk saat ini saya bisa menjual hingga 100 lebih. Dan untuk produksinya saya akan membuat ketika ada pesanan saja, sehingga selalu baru,” tandas Siwi.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER