31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Kisah Pasangan Muda yang Pilih Jadi Petani Milenial, Kembangkan Sayuran Hidroponik

BETANEWS.ID, KUDUS – Di salah satu rumah yang berada di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak sepasang suami istri sedang memilah-milah sayur kangkung yang baru saja dipanen. Mereka kemudian memetik satu per satu daun kangkung yang sudah berwarna kuning di ujung daunya dan menyisakan daun yang hijau.

Pasangan suami istri Wahyu Fajar Adi Putra (27) dan Rhyochi Putri Setiowati (25) itu berbagi cerita, jika kangkung-kangkung tersebut merupakan sayuran yang ditanam dengan metode hidroponik.

Selada yang ditanam secara hidroponik. Foto: Kartika Wulandari

Baca juga : Cerita Sukses Deni dari Selada Hidroponik, Awalnya Nekat Utang Rp 900 Juta

-Advertisement-

Sang suami, Fajar menceritakan awal ia dan istri merintis usaha sayuran hidroponik tersebut.

Berawal dari pengalaman ketika magang saat kuliah, ia pun akhirnya mencoba untuk merintis usaha hidroponik kecil-kecilan pada tahun 2015. Lalu sedikit demi sedikit usahanya mulai berkembang, dan mempunyai banyak meja hidroponik pada tahun 2019.

“Awal tahun 2015 itu masih santai, belum saya komersilkan, lalu sempat vakum karena mengerjakan skripsi. Akhirnya 2017 saya mulai lagi, dan mulai saya tekuni untuk dikomersilkan pada tahun 2019 dengan membuat 12 meja,” jelasnya.

Selain itu, alasan memilih usaha sayuran hidroponik, karena mereka ingin memberitahu, bahwa zaman sekarang menjadi petani adalah hal yang wajar. Karena petani zaman sekarang tidak harus mengenakan caping dan cangkul saat menanam. Terlebih sekarang sudah ada cara menanam dengan cara hidroponik yang lebih bersih dan praktis.

“Zaman sekarang tidak usah malu menjadi petani. Karena kita bisa menjadi petani milenial yang bisa menanam sayuran dengan cara yang lebih praktis,” ungkapnya.

Selain penanamannya yang praktis, hasil dari metode hidoponik menghasilkan sayur yang lebih sehat, karena nonpestisida. Jenis sayur yang ditanam oleh Fajar pun cukup beragam, di antaranya selada, bayam hijau, bayam merah dan pakcoi.

Baca juga : Petani di Kudus Kembangkan Melon Korea Secara Hidroponik, Setahun Bisa Panen Lima Kali

“Kalau untuk tanamannya, kami lebih banyak selada, karena setiap hari kami sudah ada pembelinya sendiri,” tambahnya.

Untuk pemasaran produk sayurnya, Fajar biasanya melalui sosial media di Instagram @hidroponikvegetable, Facebook @Sayurkuhidroponik, dan Whatsapp 085225087771.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER