31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Cerita Fayla, Atlet Wushu Andalan Jateng dari Sasana PMS yang Tutup Usia di Usia Muda

BETANEWS.ID, SOLO – Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) memberikan tali asih memberikan tali asih kepada keluarga Fayla Maharani Ningtyas (18). Fayla, yang merupakan atlet andalan cabang olah raga wushu itu, meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo pada Kamis (29/7/2021) lalu.

Jenazah atlet pemusatan daerah (Pelatda) Jateng PON XX/2021 Papua dari sasana PMS Kota Solo tersebut, dimakamkan di Astono Dukuh Moro, Kelurahan Kadoan, Sukoharjo, Jumat (30/7/2021) lalu.

Baca juga : Bangga Atas Prestasi 12 Atlet PMS, Gibran Berikan Dana Apresiasi

-Advertisement-

Ditemui seusai menerima bantuan, Muri, ibu dari almarhumah Fayla menceritakan, bahwa Fayla sudah menekuni olah raga wushu sejak masih duduk di bangku sekolah dasar kelas III. Selama menjadi atlet, Muri terus memberikan dukungan kepada Fayla agar terus maju.

“Dulunya pernah ada tumor di antara paru-parunya, tapi sudah sembuh. Tapi tahu-tahu ada tiroidnya. Keluhannya sesak, nggak bisa makan, nggak bisa minum selama beberapa hari. Kemudian sama doktenrya dibuatkan jalan nafas buatan lewat tenggorokan,” terang Muri, Selasa (3/8/2021).

Muri merasa bangga dengan anak sulungnya itu. Diceritakan Muri, bahwa Fayla pernah mengikuti ajang wushu internasional yang dilaksanakan pada tahun 2019. Kala itu, Fayla menjadi peserta termuda, serta menduduki peringkat keempat.

Namun, Tuhan berkehendak lain. Fayla berpulang tepat pada hari ulang tahunnya. Atas prestasinya yang sangat membanggakan, Ibunda Fayla menerima apresiasi dari PMS. Ditemani putra bungsunya, Dhirga, ia merasa sangat terharu dengan apresiasi dan perhatian PMS selama ini kepada putrinya.

“Meskipun sudah merasakan sakit, Fayla tetap tekun berlatih. Fayla berpulang sehari sebelum ia ulang tahun ke -18. Saya yang mengarahkan Fayla untuk menekuni olah raga wushu, karena saya lihat wushu lebih lentur untuk anak perempuan,” tutur Muri dengan mata berkaca-kaca.

Muri mengenang Fayla sebagai anak yang disiplin dan sangat mencintai olahraga wushu. Karena semangatnya itu, tak ayal jika Fayla sangat membanggakan di kancah nasional maupun internasional.

“Kalau disuruh milih libur sekolah atau libur latihan wushu, Fayla dengan yakin pilih libur sekolah. Dia sangat menyukai wushu dan mendedikasikan hidupnya pada olah raga ini,” pungkas Muri.

Ketua Bidang II Pemuda dan Olahraga PMS, Tanu Kismanto mengungkapkan, tali asih ini sebagai bentuk apresiasi pada Fayla yang semasa hidupnya sudah berjuang keras membawa nama PMS dan Kota Solo hingga kancah internasional.

“Kami sangat kehilangan, karena almarhumah Fayla ini luar biasa sekali sejarahnya. Sudah ratusan kali mendapatkan medali. Bahkan yang sangat membanggakan tahun 2019 Fayla mendapat rangking 4 di world game kejuaraan dunia di Shanghai China,” tutur Tanu.

Selanjutnya, Tanu mengatakan, Fayla masuk dalam jajaran atlet Pelatnas dan bertanding untuk beberapa kejuaraan dunia dan PON. Disampaikannya bahwa semasa hidupnya Fayla mendedikasikan dirinya di keluarga Wushu PMS. Dengan apresiasi dari PMS ini, Tanu berharap bisa membantu keluarga yang ditinggalkan oleh almarhumah Fayla.

Baca juga : Maksimalkan Sasaran Vaksinasi, Polresta Solo Gandeng Perkumpulan Masyarakat Surakarta

“Kami sempat shock dan mengikuti proses pengobatan waktu Fayla sakit. Tapi Tuhan berkehendak lain. Kita tahu, seorang atlet itu menghabiskan waktunya, masa kecilnya, masa bermainnya semua dikalahkan untuk disiplin berlatih. Hingga mampu membawa nama harum Indonesia di kancah internasional lewat binaan PMS,” papar Tanu.

Dengan kepergian Fayla, lanjut Tanu, Jawa Tengah harus segera menarik atlet lini dua untuk menggantikan Fayla.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER