31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Tak Bisa Jualan Selama PPKM, Basyir : ‘Alhamdulilah, Saya Jual Apa Aja yang Ada di Rumah’

BETANEWS.ID, KUDUS – Sudah sekitar dua bulan lamanya, tempat wisata di Kabupaten Kudus dipaksa untuk berhenti beroperasi sementara waktu. Hal itu, imbas dari adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), demi memutus penyebaran virus Covid-19.

Pijar Park di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus salah satu tempat wisata yang merasa dirugikan dengan adanya kebijakan tersebut. Karena, adanya penutupan , membuat para pedagang kaki lima yang ada di dalamnya juga merasakan imbasnya.

Baca juga : 2 Bulan Tutup, Pelaku Wisata di Kudus Kibarkan Bendera Putih Tanda Menyerah

-Advertisement-

Basyir, salah satu penjual penthol, sampai nekat menjual ayam peliharaannya hingga sepeda motor demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Pria berusia 60 tahun tersebut, selama ini hanya mengandalkan uang penghasilan dari jualan penthol demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya bersama dua anak dan seorang istri.

“Selama dua bulan tutup, alhamdulilah saya jual apa aja yang ada di rumah. Nggak ada penghasilan sama sekali, selama tidak jualan ya apa saja yang ada di rumah saya jual. Kadang motor saya jual, ayam saya jual. Anak istri saya makan apa, kalau saya nggak jualan,” kata Basyir, Selasa (27/7/2021).

Ia pun sudah berkali kali meminta bantuan kepada pengelola Pijar Park, agar bisa diizinkan kembali berjualan. Beberapa kali ia coba untuk berjualan, namun hanya sedikit pengunjung yang datang. Itu pun terkadang ada sidak dari Satpol PP Kudus, yang membuatnya khawatir jika terus berjualan.

Ia mengaku merasa terkatung-katung. Tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menuruti apa yang diperintahkan pemerintah.

“Yang namanya rakyat kecil kalau tidak boleh ya sudah. Kalau tak tantang ya saya salah. Makanya disuruh tutup ya tutup. Jadi tidak bisa saya untuk jualan tenang,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia pun memasang bendera putih di depan lapak jualannya. Menandakan bahwa ia sudah menyerah dengan keputusan pemerintah daerah.

Baca juga : PPKM Darurat Diperpanjang, Pengusaha Perjalanan Wisata di Pati Kibarkan Bendera Putih

Sementara itu, Pengelola Pijar Park, Yusuf meminta agar Pemkab Kudus bisa mengizinkan tempat wisata untuk buka. Maksimal 30 persen pengunjung diperbolehkan untuk masuk. Pihaknya akan memastikan protokol kesehatan ketat dilakukan.

“Kami berharap sekali kepada Pemkab Kudus. Jika PPKM diperpanjang terus-menerus, kita bisa mati pelan-pelan. Pemkab Kudus bisa melihat kita di bawah ini yang sudah kelimpungan, besok mau jual apa lagi, kita sudah bingung,” katanya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER