BETANEWS.ID, PATI – Bunyi klakson tampak saling bersahutan dari delapan bus yang mengeliling Alun-alun Simpang Lima Pati pada Kamis (22/7/2021). Bus yang berjalan pelan beringinan itu, juga tampak mengibarkan bendera putih.
Tepat di depan Kantor Bupati Pati, bus-bus tersebut berhenti sejenak. Klakson bus juga dibunyikan secara serentak. Hal itu sebagai bentuk protes terhadap pemerintah, atas kebijakan penutupan tempat wisata. Mereka juga menyatakan menyerah, dengan ditandai dengan pengibaran bendera putih.
Setelah berhenti beberapa saat di depan Kantor Bupati Pati, kemudian mereka kembali berjalan mengelilingi Kota Pati.

Baca juga : Bus Tak Boleh Jalan, Owner PO Haryanto: ‘Semua Harus Berhenti, Pesawat Berhenti, Kapal Berhenti’ (2/6)
Kasiadi, Koordinator Aksi menyebut, jika kebijakan pemerintah dinilai sangat menekan para pelaku perjalanan pariwisata. Sehingga, mereka menyatakan tidak sanggup lagi untuk menuruti kebijakan yang diberlakukan pemerintah.
“Selama ini kita benar-benar mati. Pendapatan kita nol, karena objek wisata ditutup. Kami menyerah dan mengibarkan bendera putih,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pariwisata dulu sangat dielu-elukan oleh pemerintah, lantaran devisa yang disumbangkan cukup besar. Namun, karena kebijakan yang kurang mendukung ini, pelaku pariwisata semakin tercekik. Bahkan ada juga yang sudah menjual Bus untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bahkan sekitar 95 persen karyawan sudah dirumahkan sejak setahun lalu.
Menurutnya, ada banyak pengusaha transportasi pariwisata yang yang menjual aset busnya. Sekalipun mereka mempunyai banyak bus, tetapi banyak juga tanggungan kredit yang harus dibayar setiap bulannya. Sementara pendapatan tidak ada sama sekali.
“Bagaimana kita bisa membayar angsuran, jelas nggak bisa. Katanya ada relaksasi dan segala macam, tapi kenyataannya omong kosong. Untuk kebijakan relaksasi kembalikan ke leasing atau ke bank. Kenyataannya, hampir semua teman-teman mengakui bahwa hampir tidak ada peran pemerintah dalam hal ini,” ucapnya.
Dia juga mengakui bahwa semenjak adanya pandemi Covid-19 ini, sektor yang paling pertama terkena dampaknya adalah pariwisata. Sehingga, banyak yang merumahkan karyawannya. Bahkan sampai ada yang ganti bisnis baru lantaran bisnis transportasi pariwisata hampir tidak ada kesempatan.
Baca juga : PO Haryanto Beli Bus dari PO Lain, Haryanto: ‘Niatnya Bantu Sesama Pengusaha Bus di Masa Sulit’ (4/6)
Ia pun mengingatkan, jika pariwisata juga sektor penting untuk ketahanan ekonomi bagi masyarakat maupun pelaku pariwisata. Ia berharap, pemerintah memberikan perhatian.
“Kami meminta agar pemerintah memberikan jalan kepada pelaku pariwisata maupun perjalanan pariwisata. Lebih baik mereka difasilitasi dengan tidak melakukan pentupan. Kalaupun ada syarat-syarat yang harus dilakukan, kami siap,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

