31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaKUDUS2 Bulan Tutup,...

2 Bulan Tutup, Pelaku Wisata di Kudus Kibarkan Bendera Putih Tanda Menyerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Pelaku Wisata di Pijar Park, Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus kibarkan bendera putih tanda menyerah, Selasa (27/7/2021). Ini bentuk kekecewaan mereka pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang dan belum memberi kelonggaran pada tempat wisata untuk buka.

Pengelola Pijar Park, Yusuf mengaku sudah sekitar dua bulan tempat wisata alam tersebut tutup. Kondisi ini mengakibatkan semua food court dan pedagang kaki lima (PKL) di sana terpaksa menutup lapaknya.

“Kami pelaku wisata sudah menyerah untuk situasi kayak gini. Kita tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Yusuf sambil memegang bendera putih yang terus berkibar.

- Ads Banner -

Baca juga: Berbeda dengan Tempat Wisata yang Masih Harus Tutup, Hartopo Izinkan Mal Buka

Bendera putih, kata Yusuf, adalah tanda bahwa ia sudah menyerah atas keputusan pemerintah. Ia hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan pemerintah.

“Dengan mengibarkan bendera putih ini, kami sudah menyerah. Terserah apa kata pemerintah, kita ngikut saja. Kalau nanti terpaksa rugi, ya sudah,” sambungnya.

Pria tersebut mengaku, selama PPKM dan tempat wisata tutup, ia sudah menjual satu buah mobil dan satu buah motor. Itu ia digunakan untuk keberlangsungan tempat wisata tersebut.

“Selama PPKM kita benar-benar terpukul dengan situasi kayak gini. Sudah tidak ada pemasukan sama sekali. Bahkan dari saya sendiri sudah menjual aset-aset yang ada untuk berlangsungnya wisata ini” ucapnya.

Baca juga: Hartopo Sayangkan Kudus Masih Masuk PPKM Level 4

Sementara itu, Manager Pijar Park, Maskur mengaku merasa kesulitan ekonomi jika PPKM terus diperpanjang. Pihaknya berharap agar ke depan, pemerintah kabupaten bisa memberikan solusi untuk situasi seperti ini. Ke depan harapannya agar wisata bisa segera dibuka, karena masyarakat juga sudah menanti.

“Minimal 30 persen pengunjung yang boleh masuk. Kami pun pastikan protokol kesehatan akan ketat diterapkan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler