BETANEWS.ID, KUDUS – Di pelataran Balai Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus terlihat dua orang pria sedang menata berbagai macam sayuran ke dalam motor roda tiga warna merah. Berbagai sayuran itu berupa sawi, daun bawang, kol, labu siam, wortel, kentang dan sejumlah sayuran lain yang sudah dikemas menggunakan kantong plastik. Selain itu, ada juga sejumlah tahu dan tempe.
Setelah semua tertata rapi, perangkat desa setempat dan beberapa warga pun bersiap untuk membagikannya ke warga. Mereka menyusuri jalan desa untuk membagikannya dari satu rumah ke rumah yang lain.
Kepala Desa Ploso, Mas’ud menjelaskan, bantuan itu berasal dari paguyuban pedagang sayur Pasar Bitingan dan paguyuban pengusaha tahu tempe yang berada di Desa Ploso.
Baca juga: PKK Kudus Salurkan Bantuan untuk Lansia di Kecamatan Dawe
“Alhamdulillah dalam kondisi seperti ini, beberapa warga tergerak hatinya untuk mau membantu sesama. Jadi dari warga untuk warga,” katanya, Jumat (30/7/2021).
Mas’ud menjelaskan, bantuan sayur dan tempe ini menyasar kepada warga yang selama ini belum pernah menerima bantuan sama sekali dan sangat terdampak karena pandemi. Meski tidak seberapa, tetapi Mas’ud berharap bantuan ini dapat melengkapi kebutuhan warga untuk sehati-hari.
“Untuk bahan bantuan dari paguyuban, jadi kami pemerintah desa hanya sebagai fasilitator saja,” ujarnya.
Ke depanya, Mas’ud akan kembali menyisir dan mencari warga yang memang terdampak dan belum mendapatkan bantuan.
“Untuk warga yang kami sasar, adalah warga yang belum mendapatkan bantuan baik BLT, BST, dan warga yang sudah kami sasar,” ujarnya.
Salah seorang warga penerima bantuan, Kusriah mengatakan, bantuan ini sangat bermanfaat untuk keluarganya.
Baca juga: Pelaku Wisata Akui Tak Pernah Tersentuh Bantuan Apapun dari Pemkab Kudus
“Alhamdulillah dengan bantaun ini saya senang, saya sangat berterima kasih karena ada bantuan ini,” beber dia.
Warga lainnya, Edi Lukito juga mengaku senang dengan adanya bantuan tersebut. Dirinya mengaku sangat terdampak adanya pandemi. Terlebih sejak adanya PPKM yang membuat penghasilannya sangat berkurang.
“Saya jualan bubur sum-sum. Karena PPKM ini sangat terdampak. Jika biasanya habis dua panci bubur, kini cuman satu panci,” tukasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

