BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita terlihat sedang mengambar sebuah motif batik menara di atas loyang persegi panjang. Ia menggambar desain tersebut dengan adonan berwarna coklat. Setelah selesai, ia pun mengukus adonan brownies batik tersebut selama 10 menit. Ia adalah Ika Sriwahyuni (31) Pemilik Rumah Ara Coklat.
Ditemui di kediamannya yang berada di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwunggu, Kabupaten Kudus, wanita yang kerap di sapa Ika itu menceritakan bagaimana ia mendapatkan ide membuat brownies batik.

Ia mengatakan, berawal dari usaha kuenya yang sudah ia geluti selama satu tahun. Ika ingin menghadirkan sesuatu yang baru, yang bisa menarik minat pembeli.
Baca juga: Banyak Peminat, Bolu Siliwangi yang Lembut dan Harum Ini Punya 100 Reseller
Karena ia punya keahlian menggambar, ia pun mencoba membuat brownies yang atasnya terdapat motif batik.
“Saya kan suka mengambar, akhirnya saya terinspirasi dari olahan brownies batik, karena di Kudus belum ada, akhirnya saya coba kembangkan,” ucapnya Sabtu (17/7/2021).
Selain unik dan cantik, brownies buatannya juga menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Selain itu, pembuatannya yang tidak menggunakan pengawet, menjadikan brownies buatannya hanya bertahan 7 hari saja.
“Meski unik, saya juga memperhatikan rasa dan kualitas. Jadi menggunakan bahan-bahan yang berkualitas,” ucapnya.
Baca juga: Lembutnya Roti Hantaran Ben’s Bakery yang Bisa Jual Hingga 3 Ribu Dus Tiap Hari
Dalam membuat motif brownies, saat ini Ika mempunyai lima desain, yaitu batik Menara Kudus, parijoto, batik gapuro rejenu, batik parang, dan gerbang selamat datang Kudus.
“Untuk harganya, ukuran 20×10 Cm harganya Rp 54 ribu dan ukuran 20×20 Cm Rp 75 ribu,” rinci Ika.
Meski masih satu bulan mengembangkan olahan barunya, tetapi daya minat brownies buatan Ika sangat baik. Dalam satu bulan ini, dirinya sudah menjual hingga lebih dari 50 kotak. Kemudian untuk pemesanannya, Ika melayani via WhatsApp di nomor 0819 1987 1000.
“Karena masih baru, dalam satu bulan saya masih menjual 50, tapi antusiasnya sangat baik,” tandas Ika.
Editor: Ahmad Muhlisin

