BPS Kudus Lakukan Survei Perilaku Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

BETANEWS.ID, KUDUS – BPS Kudus menyelenggarakan survei untuk mendapatkan informasi melalui “Survei Perilaku Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19” secara online selama 13 hingga 20 Juli 2021. Kepala BPS Kudus, Rahmadi Agus Santosa menjelaskan, hasil survei nantinya dapat memberikan informasi penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk menangani dampak Covid-19.

Ia meminta kepada masyarakat Kudus yang sudah berusia lebih dari 17 tahun untuk mengikuti survei tersebut. Survei bisa dilakukan dengan mengisi kuesioner melalui tautan berikut: https://survey.bps.go.id/open/covid.

“Mohon bapak ibu berkenan mengisi survei tersebut. Dan kami menjamin kerahasiaan jawaban bapak ibu akan terjaga. Informasi ini penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk menangani dampak Covid-19,” jelasnya, Senin (19/7/2021).

-Advertisement-

Baca juga: BPS Kudus Lakukan Survei Potensi Desa, Rahmadi : ‘Hasilnya untuk Bahan Evaluasi Pembangunan Desa’

Dalam survei tersebut, masyarakat hanya perlu memilih angka yang menunjukan seberapa abai atau patuh, pada sembilan pertanyaan yang perlu dijawab.

Pertanyaan tersebut tak lepas dari kebiasaan dalam menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya kebiasaan memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, pengurangan mobilitas, dan meningkatkan imun.

“Pertanyaan selanjutnya, terkait pengalaman tes Covid-19 yang sudah pernah dilakukan. Masyarakat hanya perlu memilih lebih dari satu kali, satu kali, atau tidak pernah. Jika pernah akan ada pertamyaan terkait hasil tes tersebut,” terangnya.

Kemudian masyarakat diminta untuk menilai aktivitas dan kepatuhan di lingkungannya. Terkait kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 dan mobilitas selama sepekan terakhir.

Baca juga: Agustus Nanti, BPS Akan Sensus Lagi untuk Mengetahui Karakteristik Penduduk di Kudus

Pertanyaan selanjutnya, masyarakat diminta untuk menilai kondisi perekonomian dan kesehatan dalam sepekan terakhir. Seperti dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, obat-obatan, alat kesehatan dan pelayanan kesehatan.

“Setelah itu masih ada beberapa penilaian aktivitas di sekitar kita. Seperti warung, mall, tempat wisata tutup atau tidak,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER