BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus sedang melakukan survei Potensi Desa (Podes). Survei tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada bulan Juni 2021.
Kepala BPS Kudus Rahmadi Agus Santosa menjelaskan, hasil dari Podes akan digunakan sebagai bahan evaluasi pembangunan desa yang sudah berjalan.
Selain itu, data Podes juga akan digunakan sebagai salah satu acuan pembangunan desa ke depan. Untuk menentukan jumlah anggaran desa sesuai kebutuhan dan potensi desa.
Baca juga : Petugas Sensus Lanjutan Akan Diswab Sebelum Terjun di Lapangan
“Podes ini sebagai evaluasi, desa kan sudah dapat dana untuk membangun desa. Segala pembangunan dilihat di sini. Dan setiap tahun akan dilakukang potret,” ujarnya.
Yang menjadi narasumber survei adalah Lurah, Camat dan Bupati. Indikator yang digunakan yakni tingkat kesulitan geografis. Katanya, besaran alokasi dana desa tergantung potensi desanya.
“Diutamakan desa-desa yang sulit. Yang sudah berkembang alokasinya tidak sebesar di desa yang terpencil. Desa yang memiliki akses mudah potensinya bagus, punya wisata alam juga bisa dikembangkan. Dan yang punya wilayah kumuh akan ketahuan,” katanya saat detemui beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, jika Podes juga bisa menjadi masukan pemerintah, dengan data berbasis kewilayahan langsung desa. Dan ini akan menjadi acuan pemerintah pusat maupun daerah.
“Jarak tempuh lokasi, kualitas jalan juga menjadi penilaian. Output di antaranya indikator kesulitan geografis. Indikator ini dipakai Kementerian Desa untuk memakai keuangan. Luas wilayah dan jumlah penduduk juga mendajadi pertimbangan,” bebernya.
Baca juga : Agustus Nanti, BPS Akan Sensus Lagi untuk Mengetahui Karakteristik Penduduk di Kudus
Terkait pelaksanaan survei Podes, pihaknya melibatkan 25 orang petugas. Setiap satu petugas mengerjakan tujuh desa. Berbeda dengan tahun sebelumnya, selain pertanian, perikanan dan peternakan, di tahun ini ada tambahan modul pertanian.
“Kami terkendala karena banyak desa yang lockdown di Kudus. Meski begitu, Bapak Bupati sudah janji untuk mendukung, jadi tetap masih bisa memberi informasi. Target selesai bulan Juni 2021. Tapi butuh proses olah data, kemungkinan data akan muncul di akhir tahun,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

